APD Tukang Kubur di Magelang Menipis Imbas Kematian Pasien Covid-19 Meningkat

BNews—KOTA MUNGKID— Stok Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas atau sukarelawan pemakaman di Kabupaten Magelang dilaporkan kian menipis. Hal ini disebabkan oleh melonjaknya kasus Covid-19 yang berdampak pada peningkatan angka kematian pasien.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Wasono menuturkan, tahun ini persediaan APD sudah disiapkan 3 ribu paket. Namun, dengan tingginya kebutuhan dan permintaan, kini hanya tinggal tersisa 200 paket APD.

Dengan mempertimbangkan angka kasus Covid-19 yang masih cukup tinggi, persediaan APD akan segera ditambah. Satu paket APD terdiri dari masker medis, penutup kepala, baju hazmat, penutup wajah dan sarung tangan.

”Kami berencana menambah setidaknya 5 ribu paket APD lagi dengan pertimbangan angka (kasus Covid-19) masih cukup tinggi,”tuturnya, Kamis (29/7).

APD untuk petugas pemakaman akan disiapkan BPBD Kabupaten Magelang untuk memenuhi permintaan dari rumah sakit, sukarelawan, puskesmas dan pemerintah desa. Saat ini, di tengah kondisi menipisnya stok, permintaan ratusan paket APD terus berdatangan dari sejumlah puskesmas.

Dalam satu kali kegiatan pemakaman yang memakai standar protokol kesehatan, jumlah petugas pemakaman yang dilibatkan berkisar sebelas sampai 12 orang. APD dipakai oleh keseluruhan petugas; mulai dari yang menurunkan jenazah dari ambulans dan memasukkan ke peti, petugas yang menggali makam. Hingga petugas yang kemudian menyemprotkan disinfektan ke sekitar areal pemakaman dan ambulans. (ifa/han)

Sumber: Kompas

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: