Begini Prosesi Sakral Penobatan Bikkhu Tertua di Candi Borobudur

BNews—BOROBUDUR—Ribuan umat Buddha menggelar prosesi syukuran Masawasa ke 50 di pelataran Candi Borobudur, akhir pekan lalu. Kegiatan itu dalam rangka penobatan seorang Bikkhu tertua di Indonesia.

Dia adalah Bikhhu YM Jinadhamm Mahatera. Dinobatkan sebagai bikhhu tertua yang telah 50 tahun mendedikasikan diri di jalan dharma.

Bhante Y.M Thanavaro penyelenggara kegiatan mengatakan acara ini sebagai ungkapan rasa syukur atas keberhasilan beliau dari Organisasi Sangha Indonesia yang merupakan bagian keluarga Bhudayana Indonesia. 

“Ini juga sebagai sebuah berkah yang tak terhingga, karena ada salah satu dari sesepuh kami yang mencapai 50 warsa,” kata Bhante Y.M Thanavaro Mahathera di sela acara.

Jinadhammo mengawali pengabdian menjadi calon bhikkhu (Samanera) dan kemudian ditasbihkan menjadi Bhikkhu di hari Waisak 08 Mei 1970 di pelataran Candi Borobudur. Pada saat itu ditabish lima orang, namun hingga saat ini, hanya Eyang Jinadhammo yang masih ada di usia 75 tahun.

“Jadi beliau ini adalah satu satunya yang masih menjadi Bhikku sampai sekarang, sejak hari itu,” ujarnya.

Di kalangan umat Budha, Eyang Jinadhammo begitu dikagumi, bukan saja karena kesederhaan hidupnya, tapi juga keteguhan prinsipnya, dan disiplin dalam tata susila (vinaya).

Eyang Jinadhammo panggian akranya juga dikenal sebagai tokoh sektarian, walaupun berjubah Theravadha, tetapi dia juga mengayomi semua tradisi yang ada dari agama Budha seperti Sangha Mahayan dan Tantrayana. 

Kepribadian bersahaja itu menginspirasi umat Budha Indonesia yang majemuk, datang dari berbagai budaya dan kultur yang berbeda. Kemajemukan itu, lanjutnya, diakomodir dalam Sangha Agung Indonesia yang di dalamnya bernaung Sangha Nayaka Mahayana, Tantrayana atau Wajrayana, Nayaka Theravada, dan Naika Bhikkhuni. 

Sementara itu, Ditjen Bimas Buddha Kemenag RI, Caliadi, mengungkapkan, semangat perjuangan dan pengabdian Eyang Jinadhammo yang tinggi tentu memberikan sumbangsih terbaik bagi Nusa Bangsa dan Negara dalam upaya mengembangkan Gunadharma di persada tanah air tercinta.

Lebih lanjut Caliadi mengungkapkan, Jinadhammo adalah satu-satunya Bhikkhu asal Indonesia yang mendapat sejumlah anugerah gelar dari kerajaan Thailand di antara 500an Bikhhu dari berbagai Sangha seluruh dunia atas jasa prestasi pengabdian dalam mengembangkan Budha Gunadharma. (bsn/wan)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: