Manfaatkan Biji Kering yang Gugur, DLH Kota Magelang Kembangkan Pembibitan Tabebuya Mandiri
- calendar_month 25 menit yang lalu

Tabebuya di sejumlah ruas jalan Kota Magelang bermekaran, Kamis (1/10/2026). (foto: mta)
BNews–MAGELANG– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang menerapkan langkah mandiri untuk menjaga keberlanjutan penghijauan kota. Biji-biji tabebuya yang mengering dan jatuh, dikumpulkan untuk dimanfaatkan sebagai bahan pembibitan.
Keterbatasan lahan kebun bibit membuat jumlah bibit yang dihasilkan belum terlalu banyak. Meski demikian, hasil pembibitan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan penanaman.
Selain itu, hasil bibit mandiri ini juga disalurkan untuk memenuhi permohonan penghijauan dari warga hingga kegiatan mahasiswa.
Kepala Bidang Pengelolaan Pertamanan dan Pemakaman DLH Kota Magelang Teguh Ariyanto menjelaskan, terdapat dua jenis tabebuya di Magelang. Jenis berdaun kecil umumnya berbunga kuning dan dapat berbunga lebih sering.
Sementara jenis berdaun besar memiliki bunga berwarna merah muda dan putih yang berbunga saat peralihan musim kemarau ke hujan.
“Bagi kami, kondisi tersebut cukup membantu karena intensitas penyiraman tanaman taman mulai bisa dikurangi,” jelasnya.
Kepala DLH Kota Magelang MS Kurniawan menyebut fenomena mekar ini sebagai bonus estetika dari fungsi pohon peneduh.
DLH Kota Magelang mencatat ada 2.865 pohon tabebuya yang tumbuh di wilayah Kota Magelang. Tanaman ini mulai ditanam sejak 2010.
“Kewajiban kami terus menjaga penghijauan kota. Jenis tanamannya apa, lokasinya di mana, termasuk pemeliharaannya, harus dikaji,” ujar Kurniawan.
Di sisi lain, DLH terus memitigasi kendala lapangan, seperti pemangkasan dekat jaringan listrik hingga penyapuan ekstra saat puncak guguran bunga.
(mta)
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar