Berkas Kasus Korupsi Aset di Pemkab Magelang Dinyatakan Lengkap

BNews–MUNGKID– Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) di BPPKAD Kabupaten Magelang ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi. Hal ini disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang, Rivo CH.M. Medellu saat pres rilsnya (17/3/2020).

“Berkasnya sudah lengkap atau P21, tinggal pelimpahan kepersidangan tipikor. Kita masih ada waktu sekitar 20 hari untuk menyelesaikannya,” katanya kepada awak media.

Tersangka dengan inisial GHS, 54 ini terbukti telah melakukan tindak korupsi dengan total nilai kerugian negara 2 Miliar 60 juta. “GHS ini menjual 103 ribu item aset Pemkab Magelang tanpa prosedur. Dan hasil penjualannya dipergunakan secara pribadi,” ungkap.

Dijelaskannya, bahwa aksi tersangka ini sudah dilakukannya sejak tahun 2017 hingga kasus ini terbongkar. “Kasus ini terbongkar sekitar habis lebaran tahun 2019 lalu. Dimana saat dilakukan apel kendaraan aset Pemkab Magelang terdapat selisih, sehingga setelah itu dilakukan penyelidikan,” imbuhnya.

Dari hasil penyelidikan dan keterangan tersangka, bahwa sebanyak 130 lebih item yang dijualnya. Aset tersebut antara lain 124 yang terdiri sepeda motor, mobil, bus, truk, bajay. Ada juga peralatan kantor, peralatan kesehatan puskesmas, buku perpustakaan SD, hingga puing-puing bangunan pasar dan puskesmas.

“Itu termasuk sepeda motor, mobil, truk dan bis yang sudah rusak, seperti bus tahun 1985 dan perawalan kantor yang rusak. Meskipun rusak namun masih ada nilainya dan masih aset milik pemerintah. Dan oleh tersangka ini dirongsokan, dan hasilnya digunakan secara pribadi,” ujarnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Ada modus lainnya juga oleh tersangka tunggal ini terhadap aset mobil. Ia pergunakan untuk jaminan peminjaman uang di Bank, sehingga misal tidak diangsur ditarik bank,” ujarnya.

Sementara GHS sendiri dilakukan pemeriksaan sejak Oktober 2019 lalu. Setelah itu dilakukan penahanan sembari dimintai keterangan dan berburu aset yang dijualnya.

“Jika kita tidak tahan kabur nanti dia, padahal jelas kerugian Pemerintah Daerah sangat banyak sekali,” tegasnya.

Dalam kasus ini pihak Kejaksaan berhasil menyelematkan 4 buah mobil aset Pemkab yang digelapkan oleh tersangka dengan nilai Rp 420an juta. “Mobil tersebut yakni dua inova tahun 2014 bekas mobil dewan, Hartop dan kijang super,” jelasnya.

Sementara kendaraan yang belum berhasil diamankan itu masih dalam pencarian. “Kendaraan yang belum ada ini, banyak yang sudah dirongksokan dan dirajang, jadi tidak ada bekas utuhnya. Sedangkan bagi yang masih layak jalan kita juga sudah kerja sama dengan Samsat untuk lakukan pemblokiran plat nomornya.

“Ya kami berharap bagi yang menerima kendaraan dari barang penggelapan tersangka ini untuk bisa kerja sama dengan kami, untuk bisa dikembalikan. Karena memiliki aset pemerintah tanpa prosedur resminya ada pasal yang mengaturnya,” harapnya.

“Nanti setelah sidang selesai, dan putusannya maka barang bukti yang berhasil diamankan ini akan dikembalikan ke Pemerintahan Daerah Kabupaten Magelang,” terangnya.

Kepada tersangka GHS ini dikenakan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang Undang Tipikor. “Sedangkan  ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: