Detik-Detik Kejar-Kejaran Polisi vs Debt Collector Perampas Truk di Jateng

BNews—SEMARANG— Tiga debt collector (DC) perampas truk di tengah jalan diringkus polisi. Suasana menegangkan terjadi saat petugas berupaya menangkap ketiga pelaku merampasan truk G 1508 DN di pintu tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah.

Pemilik truk, anggota Sat Lantas Polres Pekalongan, serta Sat PJR Polda Jateng harus terlibat kejar-kejaran di Jalan Raya Pantura Pekalongan. Hingga akhirnya masuk tol Batang arah Semarang.

Pelarian para pelaku akhirnya terhenti di pintu tol Kalikangkung Semarang. Usai sebelumnya pintu tol tersebut diblokir oleh petugas tol dan polisi setempat.

Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Poniman membenarkan adanya penangkapan tiga DC yang merampas kendaraan angkut berat jenis truk. Ia mengatakan peristiwa tersebut terjadi hari Kamis, 28 Mei 2020.

Kejadian menegangkan bermula ketika pihaknya mendapatkan laporan penangkapan. Yakni dari Kanit 1 Sat PJR Polda Jateng AKP Ari Prayitno dan Kanit PJR Subah AKP Aris.

”Sebelumnya, pemilik truk atas nama Heru Kundhimiarso, warga Pemalang melapor ke Sat Reskrim Polres Pekalongan. Bahwa truk miliknya dirampas oleh para debt collector di Jalan Raya Wiradesa, Kabupaten Pekalongan,” jelasnya.

”Kemudian, kami bekerja sama dengan unit patroli Jalan Raya Polda Jateng dan berhasil menangkap para tersangka perampasan kendaraan,” sambung Poniman, Senin ini (1/6).

Loading...
Debt Collector pelaku perampasan truk di jalan ditetapkan sebagai tersangka.

Tiga orang yang berhasil diamankan, yaitu Dimas Pratama Ardiyono, 25, warga Desa Bojongbata, Kabupaten Pemalang. Lalu Ahmad Faturohman, 45, warga Desa Wonotunggal, Kabupaten Batang dan Ainul Machnis ,40, warga Desa Proyonanggan Utara, Kabupaten Batang.

”Tersangka dijerat dengan Pasal 368, 363 dan 378 dengan ancaman tujuh tahun kurungan penjara,” tegasnya.

”Saat ini, barang bukti yang diamankan di Mapolres Pekalongan adalah truk yang dbawa kabur dan satu buah mobil yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya,” imbuhnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik di sini)

Poniman mengingatkan, bahwa sesuai putusan Mahkamah Agung bahwa eksekusi atau penyitaan harus seijin Pengadilan dan penyitaan harus sesuai UU Fidusia Nomor 42 tahun 1999. Dimana pihak finance mendapatkan pendamping dari kepolisian.

Terpisah, salah satu tersangka perampasan Ainul Machnis, 40, mengaku merampas truk karena diperintah perusahaan finance tempatnya bekerja.

”Saya dapat perintah dari kantor, karena pemilik truk dianggap menunggak pembayaran kredit selama lima bulan. Pemilik truk juga sudah mendapatkan surat peringatan sebanyak tiga kali dari kantor,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, rencananya truk yang dirampas itu akan dibawa ke Semarang. ”Saya mendapatkan uang Rp400 ribu untuk mengantarkan truk ke Semarang,”pungkasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: