Bikin Laporan Uang Masjid Sleman Dirampok, Ternyata Takmir Sendiri Pelakunya

BNews–SLEMAN- Takmir di Sleman membuat laporan ke Polisi jika telah terjadi pencurian uang kas masjid oleh perampok. Usut punya usut ternyata pelakunya adalah takmir itu sendiri.

Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Deni Irwansyah membenarkan terkait laporan perampokan palsu tersebut. “Benar terdapat laporan tersebut yang diberikan oleh Takmir Masjid Baitusaffat Ash Sahihin Tamamartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Ia adalah YS, 50 yang melapor menjadi korban perampokan,” katanya kemarin (16/5/2020).

Dalam laporannya, YS mengaku dikeroyok kawanan perampok yang berjumlah empat orang. YS juga menyebut perampok mengambil uang kas hasil uang infak masjid sebesar Rp 7 juta.

Namun saat pihak kepolisian menyelidiki kasus tersebut, laporan tersebut adalah palsu. Pelaku pencurian tak lain adalah marbot masjid itu sendiri.

Untuk menutupi belangnya, YS nekat membuat laporan palsu, seolah-olah menjadi korban perampokan. Bahkan demi menyakinkan petugas, YS sengaja merobek-robek baju yang dipakai menggunakan cuter.

“Alasan pelaku menyobek pakaiannya agar petugas percaya bahwa pelaku YS benar-benar menjadi korban perampokan,” imbuhnya.

AKP Deni menerangkan bahwa YS ini dipercaya menyimpan uang kas di masjid tersebut. Namun uang infak dipinjamnya tanpa sepengetahuan siapa pun.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Bingung mengembalikannya karena tidak ada uang, akhirnya dia pura-pura menjadi korban perampokan,” terangnya.

Berkat kejelian petugas, aksi penipuan yang dilakukan pelaku YS ini berhasil terungkap. YS yang sudah menjadi takmir masjid selama 17 tahun ini harus mendekam di sel tahanan Polres Sleman.

“Atas perbuatannya, YS dijerat pasal 220 KUHP tentang laporan paslu telah terjadi tindak pidana dengan ancaman maksimal satu tahu empat bulan hukuman penjara,” tandasnya.

Dari tangan pelaku YS, petugas mengamankan beberapa dokumen bukti lapor dan kaos lengen pendek berkerah warna coklat dalam kondisi banyak sobekan dan sejumlah uang sisa pencurian.

Sementara YS di depan petugas mengaku membuat laporan palsu itu karena tidak bisa mengembalikan uang infak yang sudah dipakai. Inisiatif membuat laporan palsu dilakukan untuk menghindari pengembalian uang infak.

“Saya khilaf, saya menyesal telah melakukan pencurian uang infak dan laporan palsu. Saya juga minta maaf pada masyarakat,” sesalnya. (*/her)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: