Cegah Penularan Tuberkulosis, Puskesmas Mojotengah Adakan Skrining dan Pemberian TPT
- calendar_month Sab, 30 Apr 2022

Puskesmas Mojotengah mengadakan skrining dan pemberian TPT kepada anak dan balita
BNews–WONOSOBO – Dalam rangka upaya memutus rantai penyebaran dan penularan penyakit tuberkulosis, Puskesmas Mojotengah mengadakan skrining dan pemberian TPT kepada anak dan balita yang menjadi kontak serumah dan kontak erat dari indeks kasus yang ada di wilayah Puskesmas Mojotengah, pada Rabu (27/4/2022).
Acara yang dimulai dari pukul 08.00 pagi, bertempat di ruang aula Kecamatan Mojotengah, sebanyak 23 anak dan balita mulai umur 1 hingga 8 tahun didampingi oleh orang tua dan wali, dilakukan skrining serta konsultasi gizi oleh beberapa petugas dari tim Puskesmas Mojotengah.
“Dengan tekad bersama untuk mengeliminasi TBC, maka dari itu kami juga menyusun beberapa alur penanggulangan TBC secara komprehensif yakni bagaimana cara kami bisa menemukan kasusnya, kemudian mengobati dan setelah itu mencegah penularannya. Dan yang sudah hadir disini, semua adalah pahlawan kesehatan,” ucap dokter Puskesmas Mojotengah, dr. Dyan Ratna Suminar Y.P, didampingi ahli gizi puskesmas, Atina Izzah Amalia, STr. Gz.
Dyan mengungkapkan bahwa tim Puskesmas berusaha menemukan kasus TB secara aktif melakukan investigasi kontak seluruh orang serumah dengan pasien TBC serta skrining TBC pada anak di Posyandu, hingga Poslansia. Di beberapa kegiatan tersebut , tim bisa memeriksa warga secara langsung sehingga bisa diketahui apakah warga tersebut terindikasi TB atau tidak. Jika diketahui TB, tim puskesmas memberikan support dan konsultasi untuk dokter puskesmas dalam menentukan pengobatan TB.
“Itu salah satu upaya mengobati. Kalau yang mencegah, salah satunya ya kegiatan pemberian TPT ini,” ujarnya.
Pemegang program TB Puskesmas Mojotengah, Agesti Andiyani, A.MK berharap kegiatan ini bisa memberikan dampak yang signifikan bagi keluarga indeks kasus juga masyarakat Mojotengah pada umumnya, khususnya pada rantai penularan TBC.
“Untuk keluarga indeks kasus, semoga bisa tertib dalam meminum terapi pencegahan tuberkulosis ini sebagai salah satu upaya dan ikhtiar mencegah TBC. Dan untuk masyarakat wilayah kerja Puskesmas Mojotengah, semoga kegiatan lewat pemberian TPT, bisa membawa kita menuju eliminasi TBC. Ke depannya, akan berkelanjutan pemberian TPT dalam rentang usia diatas 5 tahun pada kontak erat”, harapnya.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Tak hanya lewat PMO (Pengawas Menelan Obat), beliau juga berinisiatif membuat kalender Terapi Pencegahan Tuberkulosis dan kalender Pengobatan TB yang diberikan kepada pasien maupun sasaran TPT, sehingga menjadi salah satu upaya memudahkan mereka untuk mengingat dan tertib minum obat.
Ages mengakui, masih banyak stigma negatif terkait TBC yang berkembang di masyarakat. Untuk menemukan kasus TB ini juga tidak mudah, sehingga tim Puskesmas Mojotengah melakukan berbagai cara yakni menggandeng bidan, kader desa setempat dan kader TBC Mentari Sehat Indonesia, serta lintas sektor masyarakat untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan penanganan TB.
Senada yang disampaikan Ketua Yayasan Mentari Sehat Indonesia, bahwa mengatasi TBC ini bukan hal yang mudah. Maka dari itu butuh partisipasi dari semua pihak, tentunya dari pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan juga media massa.
“Kalau hanya dibebankan kepada kader dan tenaga kesehatan, sepertinya kurang pas. Tanpa ada sinergi yang dari beberapa pihak ini, upaya utuk mengatasi TB di masyarakat akan semakin susah. Semua harus ikut andil dalam pemberantasan TBC. Apresiasi tertinggi kepada tim Puskesmas Mojotengah yang sudah selalu menggandeng kami; saling dukung dan bekerjasama dengan kami dan para kader”, tegasnya.
Sri Purwaningsih, Kasie P2PM Dinas Kesehatan Wonosobo ditemui di tempat terpisah juga mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Puskesmas Mojotengah; kader MSI dan semua pihak yang sudah mendukung. Beliau juga menginfokan terkait ketersediaan logistik TPT INH 100gr yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten.
“Untuk TPT saat ini di Dinas Kesehatan Wonosobo hanya tersedia INH 100mg yang diminum setiap hari selama 6 bulan. Tapi, info yang kami terima di Dinas Provinsi, sudah ada yang 3HP yang diminum 1x per mingu selama 3 bulan. Dan kami sudah berkoordinasi dengan provinsi untuk alokasi untuk kabupaten. Semoga segera ada jawaban. Terima kasih atas kerja keras dan dedikasi semua pihak dalam upaya pemberantasan TBC di Wonosobo”, ucapnya. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar