Kasus Bullying Bermunculan di Jateng, Taj Yasin: Bukan Hanya Sekolah, Pesantren Juga Harus Waspada
- calendar_month 33 menit yang lalu

Bullying di Jateng Jadi PR Serius, Taj Yasin Minta Sekolah, Keluarga hingga Pesantren Bergerak
BNews-JATENG– Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyatakan, kasus perundungan atau bullying masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus diatasi bersama oleh seluruh pihak.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul munculnya sejumlah kasus bullying di Jawa Tengah, termasuk dugaan perundungan terhadap siswa MTs di Kabupaten Pati dan kasus serupa di Kabupaten Pemalang dalam beberapa waktu terakhir.
Taj Yasin meminta seluruh pihak terlibat aktif dalam upaya pencegahan perundungan. Menurutnya, pencegahan bullying tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan sekolah, tetapi harus melibatkan keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, hingga pesantren.
“Bullying ini menjadi PR kita bersama. Bukan hanya di sekolah-sekolah, tetapi juga sampai ke pesantren. Karena itu, kita harus betul-betul melakukan langkah pencegahan dan edukasi,” kata Taj Yasin usai menghadiri Rapat Koordinasi Daerah Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Kamis, 6 Agustus 2026.
Pemprov Jateng Dorong Pencegahan Bullying
Taj Yasin menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mendorong berbagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya perundungan terhadap anak.
Salah satunya melalui Forum Anak Pesantren yang menjadi ruang edukasi sekaligus wadah partisipasi anak dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Selain itu, pendidikan karakter dan upaya pencegahan bullying juga mulai diperkuat sejak jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
“Kemarin saat Rapat Koordinasi PAUD, kami menyampaikan bahwa salah satu yang harus dibekali kepada para guru adalah bagaimana menciptakan suasana yang nyaman bagi anak-anak. Jangan sampai mereka diberikan beban yang berlebihan,” ujarnya.
Akar Masalah Bullying Harus Dianalisis
Menurut Taj Yasin, setiap kasus bullying harus ditangani dengan melihat akar persoalannya. Lingkungan tempat anak tumbuh dan berinteraksi perlu diperhatikan untuk mengetahui faktor yang dapat memicu terjadinya perundungan.
“Permasalahan itu harus kita analisis. Jangan-jangan sumbernya ada di lingkungan sekitar, kemudian terbawa ke sekolah. Karena itu, penanganannya tidak bisa hanya dilakukan di lingkungan sekolah saja,” katanya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Ia menilai, penanganan bullying membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial harus memiliki perhatian yang sama terhadap perubahan perilaku anak.
Sekolah dan Orang Tua Diminta Aktif Berkomunikasi
Taj Yasin juga menekankan pentingnya komunikasi intensif antara pihak sekolah dan orang tua dalam memantau perkembangan perilaku anak.
Menurutnya, informasi mengenai perilaku anak di lingkungan sekolah maupun di rumah perlu saling diketahui agar potensi terjadinya perundungan dapat dideteksi dan dicegah sejak dini.
“Kita harapkan sekolah-sekolah memiliki komunikasi yang baik dengan orang tua. Bagaimana perilaku anak di sekolah dan bagaimana perilaku mereka di rumah harus saling diketahui. Dengan begitu, potensi bullying bisa ditekan sejak dini,” ujar Taj Yasin.
Banyak Aduan Dinilai Tunjukkan Kesadaran Masyarakat
Di sisi lain, Taj Yasin menilai meningkatnya laporan maupun pengaduan mengenai kasus perundungan tidak selalu menjadi indikasi buruk.
Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang berani melaporkan dugaan kekerasan terhadap anak justru menunjukkan meningkatnya kepedulian terhadap perlindungan anak.
“Dengan adanya aduan-aduan ini saya justru senang. Artinya, semakin banyak yang berani melapor, semakin banyak pula kasus yang bisa kita tangani. Itu menunjukkan kepedulian masyarakat semakin baik,” kata Taj Yasin.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat terus memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan.
Dengan upaya bersama tersebut, anak-anak di Jawa Tengah diharapkan dapat tumbuh dan berkembang secara optimal tanpa mengalami kekerasan maupun bullying. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar