Dari Infrastruktur hingga Ekonomi Kreatif, Borobudur Siap Hadapi Wisatawan Dunia
- calendar_month Ming, 1 Jun 2025

Wisatawan di Kampung Seni Borobudur dan candi candi lainnya meningkat
BNews-MAGELANG- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendampingi Presiden Prancis Emmanuel Macron beserta Ibu Negara Prancis Brigitte Macron dalam kunjungan ke Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis (29/5/2025).
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda kenegaraan Presiden Macron selama berada di Indonesia.
Candi Borobudur, sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), telah menjadi simbol penting kebudayaan Indonesia; yang kini semakin siap menyambut wisatawan mancanegara berkat penataan infrastruktur oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Menteri PUPR, Dody Hanggodo, sebelumnya memastikan bahwa seluruh infrastruktur di kawasan Candi Borobudur telah berfungsi dengan optimal menjelang kunjungan kenegaraan tersebut.
Ia menyebut bahwa kesiapan infrastruktur menjadi penunjang penting dalam menampilkan wajah pariwisata Indonesia di mata dunia.
“Kunjungan Presiden Prancis ke Candi Borobudur ini untuk menunjukkan ketinggian budaya bangsa Indonesia. Beberapa waktu lalu saya sudah ke Candi Borobudur dan memastikan pekerjaan infrastruktur yang ada di sekitar candi maupun yang di dalam area candi masih ter-manage dengan baik,” kata Menteri Dody.
Penataan kawasan Candi Borobudur dilakukan melalui dua tahap besar. Tahap pertama dimulai pada Oktober 2020 dan selesai pada Desember 2021.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Dalam tahap ini, dilakukan pembangunan sejumlah infrastruktur penting, termasuk gerbang penanda kawasan seperti Gerbang Palbapang (gerbang Singa); Gerbang Blondo (gerbang Kalpataru), dan Gerbang Klangon (Samudra Raksa).
Selain itu, dibangun pula Community Center Kembanglimus, Concourse dan Plaza Borobudur, peningkatan akses area budaya; serta perbaikan jalan lingkungan di Desa Bojong dan Wanurejo yang berada di sekitar kawasan candi.
Untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat, dibangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berkapasitas 30 liter per detik yang melayani 12 desa di sekitar KSPN Borobudur.
Penataan lingkungan juga diperkuat dengan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di 12 desa sebagai upaya meningkatkan kualitas pengelolaan sampah dan kebersihan kawasan.
Selanjutnya, tahap kedua penataan kawasan dilaksanakan pada tahun 2023 hingga 2024. Pada tahap ini, pemerintah fokus membangun Kampung Seni Borobudur, penataan ruang terbuka hijau di zona 2, serta pembangunan lapangan olahraga Borobudur.
Kampung Seni Borobudur menjadi fasilitas strategis untuk menampung aktivitas ekonomi kreatif masyarakat sekitar.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Sejumlah fasilitas dibangun untuk mendukung hal tersebut, di antaranya adalah 1.943 kios baru untuk merelokasi pedagang; dari area dalam kompleks Candi Borobudur.
Selain itu, dibangun juga museum sebagai pusat informasi dan pameran seni serta budaya Borobudur, pendopo, amphiteater, dan area parkir yang tertata.
Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Tengah, Kuswara, menyampaikan bahwa penataan tersebut; diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar dan mendorong tumbuhnya sektor ekonomi kreatif serta pelestarian budaya lokal.
“Dengan penataan ini, para pedagang, perajin dan seniman dapat menampilkan hasil karya mereka dalam suasana yang lebih estetis dan rapih; meningkatkan daya tarik serta pengalaman wisatawan di kawasan Candi Borobudur,” kata Kuswara.
Kunjungan Presiden Macron ke Candi Borobudur menjadi momen penting untuk memperkenalkan warisan budaya Indonesia; yang telah diakui sebagai situs Warisan Dunia oleh UNESCO.
Pemerintah Indonesia memanfaatkan momentum ini untuk menunjukkan kesiapan infrastruktur pariwisata nasional; sekaligus memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis melalui diplomasi budaya dan pariwisata berkelanjutan. (*/Kementrian PU)
About The Author
- Penulis: Marisa Oktavani



Saat ini belum ada komentar