Gengster Temanggung yang Konvoi Bawa Sajam Dibebaskan

BNews—TEMANGGUNG— Gengster Sari Ayam yang melakukan aksi meresahkan masyarakat karena konvoi membawa senjata tajam bisa sedikit bernapas lega. Polisi tidak melakukan penahanan kepada empat orang tersangka.

“Kami masih melakukan penyelidikan dan tersangka untuk sementara dititipkan pada orang tua. Mereka wajib lapor pada kepolisian,” kata Kapolres Temanggung AKBP Muhammad Ali.

Meski demikian, kasus terhadap gengster ini tetap diproses. Penyidik bakal memasang pasal 2 ayat 1 UU Darurat RI Nomor 12 tahun 1951, tentang penguasaan, membawa dan mempergunakan senjata tajam dengan ancaman 10 tahun penjara.

Menurutnya, penangkapan sebelumnya memang sengaja dilakukan karena aksi mereka sudah meresahkan. Juga untuk mencegah konflik sosial dan tindakan anarkis di masyarakat, seperti tawuran antar pelajar dan dengan masyarakat. “Motif mereka sejauh ini hanya ingin membanggakan punya kelompok atau gank pelajar,” kata dia.

Sebelumnya, empat tersangka dijemput di rumahnya masing-masing setelah kepolisian mengantongi identitas mereka. Sebelumnya mereka pada Minggu dini hari berkonvoi di jalan Raya Parakan, sekitar Desa Wanutengah Kecamatan Kedu Temanggung dengan mengendarai sepeda motor sambil mengacung-acungkan senjata tajam.

Salah satu tersangka Ab mengatakan semula nongkrong bersama sejumlah teman-teman geng di pinggir jalan dekat RSK Ngestiwaluyo, hingga kemudian ada seorang teman datang dan bercerita telah diancam oleh gang lain.

“Kami lalu mencari geng tersebut dengan membawa senjata tajam. Ini hanya untuk menakut-nakuti saja,” katanya.

Dia mengatakan tidak tahu jika aksi itu direkam warga hingga kemudian di unggah di media sosial dan berbuntut penangkapan oleh kepolisian. Gengnya sendiri belum ada nama, sebenarnya hanya nongkrong saja dan menunjukkan identitas. (her/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: