Diancam Dibunuh, Wanita Asal Semarang Diperkosa

BNews–NASIONAL Nasih apes menimpa seorang perempuan asal Semarang ini. KR warga Semarang ini niat menagih hutang namung justru di perkosa oleh pelaku.

Pelaku diketahui bernama Saiful Rohman, 46 warga Desa Klepu, Kecamatan Priangapus, Semarang. Dan KR awalnya menagih hutang kepada pelaku sebesar Rp 30 juta.

Advertisements
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});


Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Hendi Septiadi membenarkan kejadian tersebut. “Kita amankan pelaku ini yang diduga telah melakukan pemerkosaan terhadap korban di rumah temannya di Tulungagung. Selain itu dia juga merampas barang korban. Di antaranya cincin dan tas,” katanya (2/9).


Dijelaskan untuk runtut kronologinya bermula saat korban hendak menagih utang kepada tersangka senilai Rp 30 juta. Namun karena tidak memiliki uang yang diminta, tersangka Saiful memutar otak dan merencanakan aksi jahat terhadap korban. 

Dengan bujuk rayu, tersangka kemudian berpura-pura mengajak KR untuk mencari uang dengan menagih utang miliknya di wilayah Tulungagung. Korban diajak menginap di salah satu rumah teman pelaku di Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung. 

“Saat di situlah korban diperkosa oleh pelaku dan diancam akan dibunuh apabila tidak mau melayani,” ujarnya. 

Keesokan harinya, saat ada kesempatan, korban berusaha kabur, namun upaya itu diketahui oleh tersangka Saiful. Tersangka yang gelap mata berusaha menangkap korban dan merampas cincin serta tas yang dibawa. 

“Saat tersangka merampas tas korban, berhasil terlepas dan akhirnya berhasil kabur. Selanjutnya korban ditolong warga dan diantarkan ke kantor polisi,” imbuh Hendi.

BACA JUGA : Berikut Hasil Study Perbedaan Pria dan Wanita soal Asmara

Polisi memastikan korban dan tersangka sebelumnya telah saling mengenal. Namun polisi enggan menyebutkan apakah keduanya merupakan pasangan kekasih atau bukan. 

“Yang jelas mereka sudah saling kenal. Saat ini kami fokus pada peristiwa pemerkosaan dan perampasan,” terangnya.

Dari peristiwa itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya pakaian korban, tas korban beserta isinya, telepon genggam serta beberapa barang bukti lain. Pelaku dijerat pasal 285 KUHP tentang perkosaan dengan ancaman hukumnan paling lama 12 tahun penjara. Serta pasal 368 KUHP tentang perampasan.

“Kasus ini masih terus kami dalamai, dan pelaku kini mendekam di sel tahanan Polres Tulungagung Jawa Timur,” pungkasnya. (Internet/bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: