Digemari Pasar Ekspor, Ini 10 Kecamatan di Magelang yang Sukses Budidaya Porang

BNews—MAGELANG— Budidaya porang belakangan ini semakin diminati oleh para petani di Kabupaten Magelang. Petani di sepuluh dari 21 kecamatan di kabupaten tersebut sudah mulai membudidayakan komoditas tanaman umbi.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Ade Sri Kuncoro mengatakan, porang merupakan komoditas tanaman pangan mempunyai prospek untuk dikembangkan dalam rangka memebuhi kebutuhan pasar pasar. Baik domestik maupun internasional.

Ia mengungkapkan, perkembangan pertanian porang di Kabupaten Magelang sampai saat ini menunjukkan perkembangan yang membanggakan. Lahan pertanian porang, sampai tahun 2021 lebih kurang luasannya 117 HA.

”Dengan perkiraan produksi mencapai 4.680 ton pada tahun ini,” ungkapnya dalam Bimbingan Teknis bertema Penggunaan Benih Tanaman Pangan Bermutu dan Budidaya serta Strategi Pemasaran Tanaman Porang’.

Jelas dia, porang merupakan tanaman yang dapat tumbuh di daerah tropis dan sub-tropis. Porang memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena mengandung glokumanan yang baik untuk kesehatan. Serta dapat digunakan sebagai bahan pangan.

”Budidaya porang belakangan ini semakin diminati oleh para petani di Kabupaten Magelang. Permintaan pasar akan umbi tanaman berkhasiat ini, membuat banyak orang berlomba-lomba untuk menanam porang,” jelasnya di Hotel Atria Magelang, Sabtu (25/9).

Budidaya tanaman porang di Kabupaten Magelang tersebar di beberapa kecamatan. Diantaranya di Kaliangkrik, Kajoran, Salaman, Borobudur, Secang, Sawangan, Tegalrejo, Candimulyo, Muntilan dan Ngluwar.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

”Disperta Kabupaten Magelang memiliki program untuk meningkatkan produktifitas komoditas porang, salah satunya melalui peningkatan SDM. Patut kita apresiasi bersama, karena para petani porang telah memberi kontribusi nyata terhadap upaya peningkatan produksi dan produktivitas porang di Kabupaten Magelang,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam beberapa tahun ini, porang sebagai komoditas alternatif tanaman pangan menjadi salah satu komoditas yang sedang naik daun. Di Kabupaten Magelang, saat ini sudah banyak petani yang membudidayakan tanaman porang karena faktor harga jual yang cukup menjanjikan.

Anggota Komisi IV DPR RI Vita Ervina SE MBA menuturkan, meski tanaman porang memiliki nilai jual dan pasar ekspor yang baik, akan tetapi kita juga perlu langkah-langkah antisipatif. Bagaimana ke depannya jika produktivitas porang berlebihan dan tidak dibarengi dengan pengolahan atau persiapan industri hilirnya, maupun tingkat cakupan ekspornya.

”Tentu ini akan menjadi boomerang karena hukum ekonomi pasti akan berlaku, dimana ketersediaan barang sangat melimpah. Sementara permintaan masih stagnan, tentu harganya akan anjlok,” tuturnya.

”Petani menjadi kecewa, karena modalnya besar namun hasilnya tidak sesuai harapan,” sambungnya.

Dalam bimtek tersebut, para peserta diberikan gambaran bagaimana membudidayakan porang yang baik serta strategi pemasaran setelah dipanen. Untuk itu, Pemerintah melalui berbagai program bantuan terus menerus melakukan akselerasi peningkatan produksi pangan.

”Agar mencapai target yang diharapkan,” imbuh Vita. (ifa/han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: