HPN PWI Kabupaten Magelang Bagikan Buku dan Ikan

BNews—BOROBUDUR—Hari Pers Nasional di Kabupaten Magelang diperingati dengan refleksi dan sarasehan para wartawan bersama bersama sejumlah pemangku kepentingan di bumi gemilang ini.

 

Kegiatan yang digelar di Pondok Tingal, Borobudur Kabupaten Magelang, Jumat (9/2/2018), dihadiri para wartawan berbagai media tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Magelang, serta berbagai elemen masyarakat yakni Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan perwakilan organisasi masyarakat.

 

Ketua PWI Kabupaten Magelang, Bagyo Harsono mengungkapkan sarasehan ini menjadi puncak peringatan HPN. Dalam kegiatan ini, PWI juga menyalurkan bantuan buku kepada SD Kanisius Wanurejo dan bantuan ikan kepada sejumlah kalangan yang beraktivitas di sungai.

 

Kegiatan ini melengkapi bidang kepedulian wartawan Magelang, setelah pada tahun sebelumnya, perayaan HPN dipusatkan di Gunung Merapi dengan kegiatan penanaman pohon dan pelepasan burung.”Kami menggandeng berbagai elemen masyarakat untuk ikut bersama memajukan masyarakat dan melestarikan alam Kabupaten Magelang,” katanya.

 

Wakil Bupati Magelang, Zaenal Arifin mengaku bangga dengan aktivitas wartawan Magelang yang tidak haya terbatas dalam dunia jurnalistik. “Di Magelang, wartawan tidak hanya nulis, tetapi juga mempromosikan wisata bahkan menanam pohon,” katanya.

 

Pada kesempatan itu ia berpesan agar wartawan di Magelang tetap memberitakan kabar yang valid. Menurutnya, godaan tidak mengenal orang, termasuk bisa datang pada wartawan berupa iming-iming berita miring yang akan memberikan keuntungan pribadi.”Apalagi, saat ini Kabupaten Magelang akan menghadapi pemilihan kepala daerah, Informasi yang diberikan hendaknya yang benar, matang dan seimbang. Berita yang tidak benar akan menjadi penipuan publik,” imbuhnya.

 

Lebih lanjut, ia menegaskan sesuai dengan tema yang ditetapkan pada hari ini Pers Sebagai Alat Pemersatu Bangsa, ia meminta para wartawan dalam memberitakan, tidak menonjolkan perbedaan yang bisa memecah belah. “Perbedaan tidak perlu dicolokkan, tetapi persamaan yang ditonjolkan agar persatuan dapat dicapai bersama,” pungkasnya. (bsn)

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: