Ini Dia Sosok Penari Cantik di Keraton Jogja yang Viral

BNews–SOSOK– Beberapa waktu lalu sempat beredar video seorang penari klasik lemah gemulai di Keraton Yogyakarta. Seorang perempuan berbalutkan busana jawa dengan lemah gemulai berjongkok sambil melambaikan tangan menarikan sebuah tarian klasik.

Borobudurnews.com mencoba mencari sosok perempuan lemah gemulai tersebut. Ternyata Ia adalah Asti Oktavia Andayani, gadis kelahiran Temanggung 14 Oktober 1997 silam.

Dirinya baru lulus Kuliah dari Universitas Negeri Yogyakarta jurusan Tata Rias Kecantikan tahun 2020 ini. Kini dirinya tinggal kontrak di daerah Kasihan Bantul sambil membuka sebuah salon kecantikan.

“Asli saya Parakan Temanggung, cuman dulu sekolah di SMKI Yogyakarta dan Kuliah di Yogyakarta. Sehingga kontrak sebuah rumah disini,” katanya saat diwawancarai Borobudurnews.com.

Gadis berusia 22 tahun tersebut anak dari pasangan Budi Andayani dan Nurwidya. Ia adalah alummuni SD N 6 Parakan Kauman dan SMP N 2 Temanggung juga.

Asti Oktavia Andayani Penari Klasik KEraton Yogyakarta
Asti Oktavia Andayani Penari Klasik KEraton Yogyakarta

Ditanya sejak kapan mulai menekui dunia tari, Ia menjawab sejak kelas 2 sekolah dasar. “Hobi saya sejak kecil memang menari hingga sekarang. Makannya dulu sekolah tingkat SMA di SMKI Kasihan Bantul Yogyakarta,” imbuhnya.

Loading...

Asti panggilan akrabnya mengaku mulai menari di Keraton Yogyakarta sejak dirinya masih duduk di bangku SMKI kelas X yakni tahun 2014. Dirinya tergabung dalam Abdi Dalem Mataya khusus bagi penari.

DAN DOWNLOAD MUSIK KEREN DISINI (KLIK DISINI)

“Dulu saat pertama kali tampil di depan Sultah HB X merasa degdegan namun bangga. Pasalnya mampu menarikan jenis tarian dari mana asal tarian tersebut berasal. Disana sering dipentaskan tarian Fragment Tari Wayang Topeng-Klana Sewandana Gandrung; Tari Golek Menak Umarmaya-Umarmadi, dan Tari Bedhaya Sang Amurwabhumi,” ceritanya.

Ia juga mengaku setiap tampil di Keraton Yogyarkata selalu merasa bangga dan ingin memberikan yang terbaik. “Karena seni adalah sarana meditasi. Oleh sebab itu kenapa saya sangat menyenangi dunia tari klasik ini,” aku gadis yang belum menikah inii.

Asti juga mengaku sering tampil diacara-acara lain diluar keraton. “Ya sering di beberapa acara di Jogja maupun daerah-daerah lain. Ke luar negeri juga pernah,” terangnya.

Dirinya juga berkinginan selalu memberikan dedikasinya kepada keraton dan masyarakat melalui dunia tari. “Saya juga berharap semakin banyak masyarakat yang mencintai budaya lokal,” pungkasnya. (bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: