Kreativitas Guru SD Dukun 4 Dalam Metode Pembelajaran Daring, Siswa Semangat

BNews–MAGELANG– Kurang lebih delapan bulan dunia digegerkan oleh wabah Virus Covid19. Tidak diragukan lagi bahwa pada saat ini media pembelajaran di Tanah Air sudah masuk ke arah media pembelajaran berbasiskan ICT.

Wabah COVID-19, membuat semua institusi pendidikan “dipaksa” belajar secara online. Media pembelajaran yag digunakan ini tentunya diharapkan mampu dicerna oleh peserta didik dengan baik.

Sehingga baik pendidik dan peserta didik dituntut untuk menggunakan media pembelajaran menggunakan video conference untuk tatap muka melalui Google Meet. Tentunya banyak kendala yang terjadi, karena beberapa kebiasaaan, salah satunya seperti asumsi dari peserta didik yang paham jika bertemu langsung dengan guru di kelas.

Media pembelajaran yang cukup baru ini, menjadi tantangan bagi para tenaga pendidik tersendiri, khususnya bagi anak SD yang duduk di bangku kelas 1 (satu). Kesulitan dalam mengekspresikan pelajaran yang diampu sehingga minat membaca menjadi menurun.

Hal tersebut dalam artian penurunan tersebut akan diikuti juga dengan turunnya kemampuan atau keterampilan dalam membaca. Padahal kemampuan membaca saat ini menjadi syarat mutlak untuk mencapai tujuan pembelajaran. Bisa dikatakan bahwa membaca menjadi hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia.

Melihat permasalahan tersebut, maka keterampilan dalam membaca dan minat belajar perlu ditumbuhkan juga pada peserta didik di SD Negeri Dukun 4. Tentunya hal diatas juga melihat bahwa proses pembelajaran di SD Negeri Dukun 4 masih didominasi oleh guru dalam menginterpretasikan pembelajaran.

Hal tersebut dimana terdapat kendala dalam mengimpretasikan pembelajaran seperti guru yang masih menjelaskan materi tanpa memberikan contoh secara konkret. Selain itu kurangnya media belajar berupa alat peraga dalam proses pemberian materi.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Guru belum kreatif membuat alat peraga sederhana yang menunjang proses pembelajaran. Kendala tersebut dapat menyebabkan kemampuan membaca peserta didik kelas I menjadi kurang. Apalagi karena pandemi yang terjadi sekarang ini menyebabkan guru tidak bisa mengkontrol kegiatan anak dalam belajar di rumah terutama dalam hal membaca.

Tentu dengan permasalahan tersebut menjadi polemik tersendiri bagi tenaga pendidik, insatansi, dan bahkan kepada peserta didik. Itu karena diperhadapkan oleh situasi yang riskan dan tuntutan yang cukup banyak, seperti normalnya pertemuan tatap muka.

Hal ini memang tidak mudah, namun permasalahan tersebut dapat mendorong kreatifitas dengan cara ajar yang baru dan mengasyikan. Dan tak lupa sangat membantu peserta didik bersemangat dalam belajar.

Ada cara yang unik di terapkan tenaga pendidik pada SDN Dukun 4, kelas satu yaitu, penggunaan Google Meet. Dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperativ Tipe Picture and picture yang.

Model pembelajaran Picture and Picture merupakan suatu metode belajar yang memanfaatkan gambar dan dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan logis. Pembelajaran ini memiliki ciri Aktif, Ino- vatif, Kreatif, dan Menyenangkan.

Melalui penerapan media baru ini, terlihat peserta didik SD Negeri Dukun 4 kelas 1 sangat antusias dan bersemangat. Dimana artinya melalui metode ini asumsi pemahaman siswa bisa dilakukan dengan baik dengan cara yang baru.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Pembelajaran Picture and picture pada SD Negeri Dukun 4, diawalai dengan penyampaikan kompetensi yang akan dicapai oleh pendidik.  Kemudian guru akan  menyajikan materi sebagai pengantar dengan memberikan motivasi yang menarik perhatian siswa untuk belajar.

Setelah itu Guru akan menunjukan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan yang berkaitan dengan materi.  Yang nantinya dalam proses penyajian materi, siswa diminta ikut terlibat aktif dalam proses pembelajaran dengan mengamati setiap gambar yang ditunjukan oleh guru, tentunya melalui Picture.

Dalam hal ini siswa akan lebih mudah memahami materi yang diajarkan. Tahap selanjutnya adalah pemasangan gambar.

Nah, karena pembelajaran daring, siswa melakukan kegiatan dengan mengerjakan LKPD yang sebelumnya sudah dibagi berupa pemasangan gambar. Dimana siswa diharapkan dapat mengeksplorasi gambar-gambar tersebut menjadi rangkaian materi yang menarik.

Dengan demikian, Pembelajaran Picture and picture dapat menjadi solusi pembelajaran yang inovatif, kreatif. Dan yang mampu berkontribusi dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa serta dapat menarik minat belajar siswa ditengah pembelajaran daring saat ini.

Hal ini Terbukti dari siswa SD Negeri Dukun 4 yang menjadi sangat bersemangat belajar dan membaca setelah menggunakan model pembelajaran Picture and picture.

Sehingga melalui model pembelajaran ini diharapkan banyak sekolah menggunakanya dalam meneningkatan keterampilan membaca dan menarik minat belajar siswa agar misi ini sejalan dengan peningkatan mutu pendidikan oleh pemerintah di Indonesia.  (Anisa Krisdina)

Penulis : Anisa Krisdina
Penulis : Anisa Krisdina
Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: