Kandasnya Mimpi Zulfa, Gadis Cerdas yang Ingin Jadi Dokter Karena Tragedi Susur Sungai

BNews—SLEMAN— Raut wajah Mulyadi, masih sedih. Matanya masih merah. Sesekali tatapnya kosong.

Pria berusia 57 tahun ini baru saja kehilangan anak kesayangannya. Latifah Zulfa, siswi SMPN 1 Turi Sleman. Anaknya menjadi salah satu korban meninggal tragedi itu.

Sejatinya, Zulfa sangat akrab dengan Sungai Sempor. Rumahnya tak jauh dari tempat tragedi itu. Tapi, takdir berkata lain. Anaknya meninggal di sungai itu. Tempat yang tak jauh dari sang ayah mencari nafkah sebagai petani salak.

Mulyadi mengaku sangat kehilangan anaknya itu. Dia sangat membaggakannya. Menaruh harapan tinggi. “Sejak kecil pingin jadi dokter,” kata dia.

Zulfa pun nampak serius dengan keinginannya itu. Belajarnya rajin. Ibadahnya bagus.

Tak ayal, dia sering mendapatkan juara di berbagai kompetisi. Juga mendapatkan ranking di kelasnya.

Meski berprofesi sebagai tukang tambal ban dan petani salak, Mulyadi Nampak senang dengan cita-cita sang anak. Menurutnya, dia akan berusaha semaksimal mungkin demi si buah hati.

Bahkan, dia mengaku sudah merencanakan sekolah menengah atas untuk anaknya. “Mau saya sekolahkan di SMAN Medari (Sleman). Yang dekat,” kata dia.

Sebagai ayah, Mulyadi mengaku sangat dekat dengan anaknya itu. Bahkan, hampir tiap hari dia mengantar Zulfa ke sekolah.

Saat menerima berita anaknya menjadi korban susur sungai, dia kaget bukan kepalang. Panik. Bercampur khawatir.

Bahkan, dia sempat menguburkan seorang perempuan korban tragedi sungai lainnya. Padahal itu bukan Zulfa. Hanya mirip. Dia kemudian mengambil dan memakamkan Zulfa anaknya.

Zulfa kini sudah disemayamkan. Bersama mimpi mimpinya. (her/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: