Kawasan Utara Kota Magelang Mulai Dipakai untuk Ruang Kreatif
- calendar_month 32 menit yang lalu

Ajang kreatif Parekraf “Magelangan, Kota Sejuta Karya”, di kawasan Kampus 2 Untidar Sidotopo, Kota Magelang, Sabtu-Minggu, 3-4 Oktober 2026. (foto: Bagian Prokompim Kota Magelang)
BNews–MAGELANG– Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang menyiapkan ruang terbuka di kawasan utara untuk menambah titik aktivitas masyarakat yang selama ini banyak terpusat di kawasan selatan dan tengah.
Salah satunya berlangsung di kawasan Kampus 2 Universitas Tidar (Untidar) Sidotopo, melalui ajang kreatif pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) “Magelangan, Kota Sejuta Karya”, Sabtu-Minggu, 3-4 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 17 subsektor ekonomi kreatif dari Kota Magelang, Kabupaten Magelang, dan Temanggung.
Selain pertunjukan dan pameran, kegiatan juga diisi edukasi, kompetisi, serta transaksi produk kreatif dan kuliner.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang Imam Baihaqi mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk menampilkan karya mereka kepada masyarakat.
“Ada lebih dari 17 subsektor ekraf yang berpartisipasi aktif. Tidak hanya dari Kota Magelang, kami juga mengajak pelaku Parekraf di Kabupaten Magelang dan Temanggung untuk ikut tampil,” ujarnya.
Kegiatan di kawasan Untidar sebelumnya juga diisi “Ngaji Kalcer”, yang mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, UMKM, seniman, budayawan, dan anak-anak muda.
“Suatu kota atau daerah itu hidup jika terus bergerak. Kita ingin menampilkan hal-hal yang baru. Ngaji Kultur di Kota Magelang ini baru kali pertama diadakan,” ungkap Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, usai menjadi narasumber “Ngaji Kalcer”, Sabtu (3/10/2026) malam.
IKUTI BOROBUDUR NEWS DI GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Menurutnya, kampus dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkegiatan dan berekspresi, tidak hanya digunakan untuk aktivitas akademik.
“Universitas bukan cuma menara gading. Ini bisa menjadi ruang bagi masyarakat untuk berekspresi,” ujarnya.
Lebih lanjut, kata Damar, penggunaan kawasan utara sebagai lokasi kegiatan berkaitan dengan kepadatan aktivitas di kawasan selatan, terutama Alun-Alun Kota Magelang.
“Selama ini memang daerah selatan terus. Termasuk alun-alun sekarang sangat crowded, sudah overcapacity,” katanya.
Pemerintah kemudian mulai memanfaatkan kawasan utara untuk kegiatan masyarakat agar titik keramaian tidak hanya berada di satu kawasan.
“Bagaimana kita juga menggerakkan titik atau simbol-simbol keramaian itu di utara juga. Biar imbang antara utara, tengah, dan selatan,” ujarnya.
Salah satu ruang yang disiapkan berada di sekitar Kampus 2 Untidar. Kawasan tersebut akan dilengkapi sejumlah fasilitas, antara lain jogging track, lapangan, dan area untuk UMKM. Pihaknya juga menyiapkan rencana pelaksanaan car free day di lokasi tersebut.
“Di sini ada masjid rakyat yang besar. Nanti ada jogging track, lapangan. Di pojok sana ada UMKM. Nanti kita akan adakan car free day di sini,” katanya.
Adapun pada ajang “Magelangan, Kota Sejuta Karya”, aktivitas kreatif kawasan tersebut dibagi dalam empat zona, yakni Karya, Gema, Daya, dan Niaga.
Zona Karya berisi pertunjukan, pameran seni, dan fashion show. Zona Gema diisi kompetisi sebelum dan setelah acara. Sementara Daya menjadi ruang edukasi, peningkatan kapasitas, dan jejaring pelaku kreatif. Adapun Niaga digunakan sebagai area transaksi kuliner dan produk ekonomi kreatif terkurasi.
Sekretaris Disporapar Kota Magelang Yetty Setiyaningsih mengatakan, sejumlah subsektor yang tengah berkembang juga mendapat ruang khusus dalam kegiatan tersebut, salah satunya perfilman.
Pemutaran film dokumenter tentang tokoh budaya Sutanto Mendut menjadi salah satu agenda di panggung utama. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama Wali Kota Magelang Damar Prasetyono dan Sutanto Mendut. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar