Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Kebakaran Hutan Merbabu: 4000 Pipa Jaringan Air Bersih di 5 Desa di Magelang Alami Kerusakan

Kebakaran Hutan Merbabu: 4000 Pipa Jaringan Air Bersih di 5 Desa di Magelang Alami Kerusakan

  • calendar_month Rab, 8 Nov 2023

BNews-MAGELANG- Permasalahan akibat kebakaran hutan di Gunung Merbabu masih berlanjut. Salah satunya adalah kerusakan jaringan instalasi air bersih di lima desa di sekitar Gunung Merbabu.

Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Magelang, terdapat sekitar 4.000 pipa saluran air yang rusak akibat kebakaran tersebut. Dampaknya terasa pada pasokan air bersih di lima desa tersebut.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono, menjelaskan bahwa kelima desa tersebut adalah Desa Pogalan, Ketundan, dan Kenalan di Kecamatan Pakis, serta Desa Genikan dan Sumberejo di Kecamatan Ngablak. BPBD telah mengidentifikasi sekitar 4.000 pipa saluran air bersih yang rusak di sembilan dusun.

Dampak dari kebakaran di Gunung Merbabu ini menyebabkan rata-rata antara 400 hingga 500 pipa rusak di setiap dusun. Kerugian yang timbul tidak hanya sekadar kerugian pada hutan, tapi juga kekurangan pasokan air karena saluran air yang terhubung dengan mata air semuanya terbakar.

Akibatnya, warga di sembilan dusun tersebut mengalami kekurangan pasokKebakaran hutan di Gunung Merbabu pada Jumat (27/10/2023) lalu, masih menghadirkan beberapa permasalahan. Salah satunya adalah kerusakan jaringan instalasi air bersih di lima desa yang berada di kawasan Gunung Merbabu.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Magelang, terdapat sekitar 4.000 batang pipa saluran air yang rusak akibat kebakaran Gunung Merbabu. Hal ini berdampak pada pasokan air bersih di lima desa.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono, menyebutkan bahwa lima desa tersebut adalah Desa Pogalan, Ketundan, dan Kenalan, Kecamatan Pakis. Selain itu, Desa Genikan dan Sumberejo, Kecamatan Ngablak. BPBD telah mengidentifikasi sekitar 4.000 batang pipa saluran air bersih yang rusak di sembilan dusun.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Edi mengatakan bahwa dampak kebakaran di Gunung Merbabu tersebut mengakibatkan rata-rata sekitar 400 hingga 500 batang pipa yang rusak per dusun. Kerugian tidak hanya terjadi di hutan saja. “Namun juga kekurangan air karena paralon yang menghubungkan ke sumber mata air, semuanya terbakar,” jelasnya.

Praktis, warga di sembilan dusun tersebut mengalami kekurangan air bersih. BPBD juga harus menyediakan air bersih ke 45 desa di 14 kecamatan yang terdampak kekeringan. “Beruntung kami mendapat bantuan dari pihak-pihak terkait. Saat ini, kami masih melakukan penyaluran air bersih,” ungkapnya.

Saat ditanya mengenai kerugian, Edi memperkirakan jumlahnya sekitar Rp 700 juta. Angka tersebut mencakup biaya penggantian seluruh pipa saluran air, mulai dari pemasangan, pembelian ribuan batang pipa, pemasangan lem, dan kebutuhan lainnya.

Sekda Kabupaten Magelang, Adi Waryanto, mengatakan bahwa dalam menghadapi dampak kebakaran di Gunung Merbabu, pihaknya saat ini sedang melakukan pengkajian bersama BPBD. “Kami akan tetap melakukan evaluasi dan masih dalam proses,” terangnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa anggaran yang digunakan untuk membantu perbaikan ini berasal dari bantuan tidak terduga (BTT). “Karena kejadian ini tidak terduga dan tidak terencana, maka pembiayaan perbaikan akan menggunakan anggaran bantuan tidak terduga (BTT),” ucapnya.

Disebutkan juga bahwa sebelum saluran air diperbaiki dan berfungsi normal kembali, Pemkab Magelang melalui BPBD dan CSR akan terus memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat. “Kami akan melakukan yang terbaik sesuai dengan kemampuan, bekerja sama dengan komponen dan stakeholder lainnya untuk membantu masyarakat yang kekurangan air dan terdampak oleh kebakaran Gunung Merbabu,” ujarnya. (*)

About The Author

  • Penulis: Borobudur News

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less