Kenali Tanda-tanda Kecanduan Medsos dan Cara Mengatasinya

BNews—MAGELANG— Selama masa pandemi Covid-19, sebagian besar dari waktu kita akan dihabiskan di dalam rumah. Hal tersebut bisa membuat kita bosan karena tidak bersosialisasi seperti biasanya. Pada saat seperti itu, memungkinkan hal yang pertama terlintas di pikiran kita adalah media sosial (medsos).

Mulai dari sekedar memeriksa notifikasi hingga membuka seluruh laman medsos yang dimiliki. Kemudian tak sadar, sehari telah berlalu. Namun, penggunaan medsos secara berlebihan bisa menyebabkan kecanduan.

Lantas, apa saja tanda Anda telah kecanduan dan bagaimana cara mengatasinya?

Ada berbagai alasan kenapa banyak orang yang bermain media sosial. Mulai dari mempermudah silaturahim dengan orang yang dicintai, menonton video, melihat gambar, atau sekadar menghabiskan waktu untuk menggali informasi atau menekuni hobi.

Meski memberikan banyak manfaat, penggunaan medsos setiap hari juga bisa memberikan dampak negatif, contohnya adalah kecanduan.

Seperti jenis kecanduan obat-obatan terlarang, menggunakan berbagai aplikasi terkini dapat memengaruhi otak Anda, sehingga menggunakannya secara kompulsif dan berlebihan. Kebiasaan ini bisa mengganggu aktivitas harian, karena Anda terus menyibukkan diri untuk bermain media sosial.

Bermain medsos favorit Anda bisa merangsang produksi dopamin di otak meningkat. Dopamin sendiri adalah hormon yang berkaitan dengan rasa senang. Ketika Anda tubuh Anda merespons lebih banyak dopamin, otomatis otak Anda akan menganggap bahwa aktivitas bermain medsos adalah kegiatan yang bermanfaat dan perlu diulangi.

Namun, perasaan positif yang Anda alami dalam menggunakan medsos hanya bersifat sementara. Jika Anda terus mengulanginya, tentu bisa memicu ketagihan. Hal inilah yang bisa membuat seseorang jadi kecanduan dengan media sosial.

Tanda Anda telah kecanduan media sosial

Anda dikatakan mengalami kondisi ini, jika menunjukkan tanda dan gejala kecanduan terhadap penggunaan media sosial seperti berikut:

Bangun tidur, cek medsos

Hampir setiap pecandu media sosial akan memulai rutinitas sehari-hari mereka dengan mengecek ponsel untuk melihat apa saja yang terlewatkan di Facebook, Twitter, Instagram selama pulas tidur malam.

Ponsel juga menjadi hal terakhir Anda matikan sebelum tidur. Bahkan, membuat jam tidur Anda terganggu karena terus ketagihan berselancar di media sosial.

Online di mana pun dan kapan pun

Tanda kecanduan media sosial lain yang perlu Anda perhatikan adalah selalu online di mana pun dan kapan pun. Bukan hanya sedang berlibur, saat menyebrang jalan atau berada di dalam toilet sekalipun, Anda selalu terhubung ke media sosial.

Anda tidak pernah merasa bosan seharian memegang ponsel demi scroll timeline dan menonton video viral yang tak berujung, atau memeriksa ratusan gambar liburan teman maupun artis yang Anda idolakan. Tidak peduli apa yang Anda lakukan saat bermain media sosial, Anda akan menemukan tempat dan cara untuk tenggelam dalam sosmed.

Terdorong mengunggah selfie dan status demi mengundang likes

Tekanan besar untuk memastikan Anda mendapatkan foto yang sempurna untuk diunggah di Instagram Anda adalah sesuatu yang umumnya dialami oleh orang yang kecanduan sosial media.

Pengidap kecanduan ini ingin membuat iri hati para followers-nya, sehingga harus mengunggah gambar yang sempurna tanpa cela. Prosesnya bisa merepotkan dan menjengkelkan, tapi tampaknya Anda tak peduli dengan konsekuensi itu.

Sama halnya dengan memilih selfie sempurna, memutuskan kalimat yang tepat untuk status update Facebook atau kultwit di Twitter bisa menjadi sangat sulit. Biasanya, para pecandu sosmed akan melalui proses editing yang ketat, bolak-balik menghapus status, dan mengulang hingga berkali-kali sampai mendapatkan sebuah paragraf yang mengena di hati.

Tak ada internet, hidup jadi nelangsa

Sesekali hal buruk bisa terjadi, contohnya ketika berada di situasi yang tidak ada internet/WiFi. Perasaan cemas dan gelisah akan menggeluti karena merasa tidak mampu menelusuri timeline demi mencari tahu aktivitas dan status dari teman-teman dan keluarga.

Fenoma takut ketinggalan berita (kudet) ini dikenal dengan istilah Fear of missing out (FoMO).

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Selain tanda yang disebutkan di atas, Anda juga mungkin akan merasakan beberapa hal ketika sudah mengidap kecanduan sosmed:

  1. Aktivitas sehari-hari terbengkalai karena Anda sibuk mengecek dan bermain media sosial.
  2. Main medsos membuat Anda menjadi antisosial alias lebih memilih menghabiskan waktu sendiri bersama ponsel, ketimbang melakukan aktivitas lain bersama teman atau keluarga.
  3. Gelisah dan mudah marah ketika tidak membuka aplikasi sosmed.
  4. Masalah yang mungkin timbul akibat kecanduan medsos

Pada tingkat yang lebih parah, kecanduan ini bisa menimbulkan berbagai masalah seperti:

  1. Rendah diri, terus membandingkan diri sendiri dengan orang lain dan menganggap bahwa kehidupan orang lain lebih baik daripada diri sendiri.
  2. Kesepian, menyebabkaj gangguan kecemasan dan stres, serta depresi.
  3. Pola tidur memburuk, sehingga bisa terjadi penurunan kesehatan fisik, prestasi di sekolah, atau produktivitas dan kualitas kerja.
  4. Kehilangan empati dan mengabaikan kehidupan apa yang terjadi di kehidupan nyata.

Cara mengatasi kecanduan sosial media

Guna terhindar dari kecanduan ini, Anda harus bijak menggunakan media sosial. Jika Anda sudah merasa kecanduan, maka sadarkan diri untuk mulai membatasi penggunaan media sosial.

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa membantu Anda untuk menggunakan media sosial lebih sehat:

  1. Hapus aplikasi medis sosial yang membuat Anda ketagihan di ponsel atau tablet Anda. Meskipun Anda bisa mengaksesnya lewat komputer atau laptop, tentunya hal ini membutuhkan lebih banyak usaha.
  2. Matikan ponsel selama bekerja, sekolah, makan, atau melakukan kegiatan bersama keluarga. Selain itu, Anda juga dapat menyesuaikan pengaturan pada setiap aplikasi media sosial untuk mematikan pemberitahuan tertentu yang biasanya memancing Anda untuk mengeceknya.
  3. Cobalah untuk membuat jadwal bermain medsos. Luangkan waktu dan pasang timer untuk menentukan seberapa lama Anda boleh bermain media sosial.
  4. Letakkan ponsel atau tablet di luar kamar. Tujuannya, agar Anda tidak tergiur untuk membuka sosmed sebelum tidur.
  5. Lakukan aktivitas yang tidak terkait dengan penggunaan ponsel, contohnya olahraga, ke perpustakaan, mengikuti kelas memasak, atau bermain ke luar bersama teman dan keluarga.

Jika cara-cara sebelumnya tidak juga ampuh mengatasi kecanduan Anda, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter atau psikolog. (mta)

Sumber: hellosehat

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: