Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » KLB Keracunan Es Buah di Kajoran Magelang, Korban Sementara Tembus 140 Orang

KLB Keracunan Es Buah di Kajoran Magelang, Korban Sementara Tembus 140 Orang

  • calendar_month 25 menit yang lalu

BNews-MAGELANG – Kasus dugaan keracunan es buah di Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, menjadi perhatian setelah jumlah korban sementara mencapai sekitar 140 orang. Minuman yang diduga menjadi sumber keracunan tersebut diketahui merupakan pesanan sekitar 300 porsi untuk kegiatan rapat guru pada Selasa (13/10/2026).

Minuman sejenis es campur itu dikonsumsi saat kegiatan berlangsung. Sebagian pesanan juga dibawa pulang sehingga diduga turut dikonsumsi anggota keluarga. Keluhan keracunan dilaporkan muncul beberapa jam setelah minuman tersebut dikonsumsi.

Kasat Reskrim Polresta Magelang, Kompol La Ode Arwansyah, mengungkapkan sejumlah fakta awal setelah petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Laporan mengenai dugaan keracunan tersebut diterima sekitar pukul 10.00 WIB dari Puskesmas Kajoran. Tim identifikasi bersama personel Pamapta kemudian mendatangi lokasi.

“Fakta yang kami dapat, keracunan diduga disebabkan minuman sejenis es campur terdiri dari nangka, melon, degan, dan lain-lain,” kata La Ode.

Petugas telah mengamankan sampel minuman bersama pihak Puskesmas untuk menjalani pemeriksaan laboratorium di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Magelang. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu mengungkap penyebab pasti kejadian.

Berdasarkan keterangan saksi, es campur tersebut dijual pada Selasa siang dan dipesan oleh guru yang sedang mengikuti rapat. Jumlah pesanan diperkirakan mencapai 300 porsi.

“Jumlah yang dipesan kurang lebih 300 porsi. Ada yang dikonsumsi di tempat, ada yang dibawa pulang, sehingga kemungkinan tidak hanya guru yang mengonsumsi tetapi juga keluarga guru,” jelasnya.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan jumlah korban terus bertambah. Sebab, satu porsi minuman berpotensi dikonsumsi lebih dari satu orang, termasuk anggota keluarga yang berada di rumah.

“Saat ini yang bisa kami data korban keracunan sekitar 140-an orang dan ini bisa terus bertambah,” tegas La Ode.

Ia menjelaskan, gejala dugaan keracunan tidak selalu muncul sesaat setelah minuman dikonsumsi. Jeda waktu tersebut membuat sebagian orang baru merasakan keluhan pada malam hingga dini hari.

“Efeknya 8-10 jam. Kalau konsumsi siang, efeknya subuh atau tengah malam, sehingga ada yang mendahului ke rumah sakit atau Puskesmas,” ujarnya.

Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk penjual minuman. Penyidik juga menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk membantu memastikan penyebab kejadian sekaligus mendalami kemungkinan adanya unsur kesengajaan atau kelalaian.

IGD RSUD Merah Putih Kelebihan Kapasitas

Di sisi pelayanan kesehatan, sejumlah rumah sakit di Kabupaten Magelang menerima pasien yang mengalami gejala dan diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.

Kepala Bidang Penunjang RSUD Merah Putih, drg. Rurit Obyantoro, menyebut rumah sakit mulai menerima banyak pasien dengan dugaan intoksikasi sejak Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

“Total sampai pukul 15.07 ada 37 orang, rinciannya anak 12, bumil 2, dewasa 23. Pulang 1, observasi 29, rawat inap 8 orang (bumil 2, anak 2, dewasa 4),” kata Rurit.

Pasien datang dengan sejumlah keluhan, antara lain mual, pusing, badan terasa panas, demam, dan diare. Kondisi tersebut membuat kapasitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Merah Putih mengalami kelebihan beban.

“IGD sudah overload. Kami koordinasi dengan Dinkes untuk kirim ke RSUD Muntilan dan RS Bukit Menoreh Salam,” ujarnya.

Pasien Juga Dirawat di RSUD Salaman dan Muntilan

Selain RSUD Merah Putih, pasien dengan dugaan keracunan juga mendapatkan penanganan di RSUD Salaman dan RSUD Muntilan.

Berdasarkan data RSUD Salaman per pukul 14.14 WIB, terdapat 15 pasien yang masuk IGD. Jumlah tersebut terdiri atas dua anak, satu ibu hamil, dan 12 pasien dewasa. Dari total tersebut, 11 pasien direncanakan menjalani rawat inap, sedangkan empat lainnya mendapatkan pelayanan rawat jalan.

Sementara itu, data RSUD Muntilan per pukul 15.27 WIB mencatat tujuh pasien masuk IGD, terdiri atas tiga anak dan empat pasien dewasa. Dua pasien menjalani observasi, sedangkan lima lainnya direncanakan menjalani rawat inap.

Penanganan pasien masih berlangsung seiring pendataan korban yang berpotensi bertambah. Masyarakat yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi minuman yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut diimbau segera mencari pertolongan medis.

Polisi menegaskan, kasus dugaan keracunan es buah di Kajoran ini bukan berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan penyelidikan lebih lanjut. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less