Kondisi Perawat Cantik Yang Dibakar Mulai Membaik, Kasus Segera Terbongkar

BNews–NASIONAL--Eva Sofiana Wijayanti, 33, seorang perawat cantik yang dibakar orang tak dikenal kondisinya mulai membaik. Namun meski telah pulih, Eva masih merasakan trauma mendalam.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan kejadian pembakaran itu masih membuat korban trauma. Untuk itu, penyidik akan melibatkan anggota keluarga untuk meminta keterangan korban terkait peristiwa pembakaran yang dialami.

“Kesadaran korban sudah mulai membaik. Tapi masih ada semacam traumatis, untuk ditanyai oleh penyidik,” ujar Hendri Kamis (6/5/2021). dikutip detik.

Hendri berharap pihaknya bisa menemukan titik terang soal siapa pelaku pembakaran pada perawat cantik. “Semoga 1, 2 hari ini korban bisa dimintai keterangan dengan melibatkan keluarga. Harapannya ada petunjuk mengungkap pelaku,” kata Hendri.

Hendri mengaku keterangan korban sangat dibutuhkan dalam mengungkap fakta-fakta baru yang belum ditemukan selama penyelidikan kasus ini. “Semoga dengan dibantu keluarga, korban bisa menyampaikan fakta-fakta baru yang belum ditemukan selama proses penyelidikan,” tandas Hendri.

Sementara Humas Rumah Sakit Hasta Husada Edi Wahyudi mengatakan dengan kondisi pasien perawat dibakar mulai membaik. Tim dokter yang menangani memutuskan mengeluarkan pasien dari ruang ICU.

“Kondisinya sudah mulai membaik, sudah pindah ke ruang rawat inap Garuda. Tidak ada gejala berlebih, kondisi pasien beransur pulih,” kata Edi dikonfirmasi awak media, Kamis (6/5/2021).

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Meski demikian, Eva masih membutuhkan perawatan intensif untuk menyembuhkan luka bakar yang berada di bagian wajah serta kedua tangan Eva. “Pasien tetap butuh perawatan intensif. Untuk luka bakar berada di wajah dan kedua tangannya,” tegas Edi.

Korban perawat dibakar orang tak dikenal pada Selasa (4/5) di klinik Bunga Husada tempatnya bekerja. Setelah menyiram tubuh dan muka korban dengan pertalite, pria itu menyulutnya dengan pemantik api. Tubuh dan muka korban pun terbakar. Setelah api berhasil dimatikan, korban segera dibawa ke RS Hasta Husada.

Polisi menduga ada asmara di balik kasus ini. Asmara itu cinta segitiga antara korban dengan lelaki lain. Namun, di tengah dugaan cinta segitiga dalam kasus tersebut, kehidupan rumah tangga Eva disebut harmonis.

Dari pernikahannya dengan Adin, warga Dusun Ngembul, Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, alumni SMA Negeri di Kepanjen ini dikaruniai dua anak laki-laki. Anak pertama Eva saat ini duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar. Sedangkan anak kedua Eva akan memasuki sekolah dasar. Keluarga kecil ini sehari-harinya tinggal di rumah orang tua Adin.

“Eva dulu lulusan bidan, dan sudah hampir lima tahun bekerja di klinik tersebut. Eva menikah dengan adik saya, Adin dan dikaruniai dua anak laki-laki,” terang kakak ipar Eva, Didik Porwidiantoro kepada wartawan.

Didik mengatakan selama ini rumah tangga adik kandungnya dengan Eva tak pernah terjadi masalah. Bahkan, cukup harmonis karena seringkali keluar bareng.

“Eva dan suaminya terlihat harmonis, mereka juga perhatian dengan anak-anaknya. Selama bulan puasa sering ngabuburit bareng,” beber Didik.

Kasus pembakaran yang menimpa Eva cukup mengejutkan. Apalagi, Eva dikenal sebagai sosok periang dan ramah kepada siapapun. Hingga Didik tak percaya ada seseorang yang begitu keji kepada Eva.

“Eva orangnya baik, supel kepada siapapun. Cukup terkejut mendengar ada orang yang tega membakarnya,” katanya. (***)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: