Luthfi Perintahkan Survei Anak Putus Sekolah di Lereng Merbabu-Sumbing dan Bruno Purworejo
- calendar_month 22 menit yang lalu

Gubernur Ahmad Luthfi Ingin Pemerataan Pendidikan di Lereng Gunung Sumbing dan Merbabu
BNews—JATENG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta adanya pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan lereng gunung dan daerah terpencil di Jawa Tengah. Fokus perhatian diberikan pada wilayah Lereng Gunung Merbabu-Merapi, Sindoro-Sumbing, serta Kecamatan Bruno di Kabupaten Purworejo.
Permintaan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat menanggapi aspirasi dari Bupati Magelang, Bupati Temanggung, dan Bupati Purworejo dalam acara Rembug Pembangunan Jawa Tengah yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Temanggung, Rabu (3/6/2026).
Sebagai langkah awal, Luthfi meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah melakukan survei di sejumlah wilayah tersebut. Survei bertujuan untuk memetakan jumlah anak putus sekolah, faktor penyebabnya, serta kondisi akses layanan pendidikan yang tersedia.
“Tolong Dinas Pendidikan adakan survei di Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo, Lereng Merbabu dan Sumbing. Anak yang putus sekolah karena jaraknya jauh itu berapa, laporkan saya. Terus uang tidak bisa sekolah karena miskin ekstrem itu berapa,” kata pinta Luthfi.
Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu indikator penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya memberikan dukungan agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap dapat mengenyam pendidikan.
Pada tahun 2025, Pemprov Jateng telah mengalokasikan program pendidikan gratis bagi 5.000 anak dari keluarga miskin yang bersekolah di lembaga pendidikan swasta melalui program kemitraan.
“Bagi yang putus sekolah kita biayai untuk sekolah, baik pakaian, buku, seragam, dan sebagainya,” imbuhnya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Selain mendata anak putus sekolah, survei juga akan digunakan untuk memetakan kebutuhan sarana pendidikan, termasuk keberadaan SMA Negeri maupun SMK Negeri di daerah-daerah yang masih mengalami keterbatasan akses pendidikan.
Apabila hasil survei menunjukkan kebutuhan pembangunan sekolah baru dan lahan telah tersedia, maka pemerintah akan segera memasukkan program tersebut ke dalam perencanaan anggaran pembangunan.
“Contoh di Temanggung ada 7 daerah blank spot, itu coba direduksi. Kalau ada tanah langsung bangun,” tandas Luthfi.
Sebelumnya, Ahmad Luthfi telah meresmikan SMA Negeri 1 Kemalang di Kabupaten Klaten. Sekolah tersebut dibangun untuk melayani masyarakat di kawasan Lereng Gunung Merapi yang sebelumnya masuk kategori daerah blank spot pendidikan.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengusulkan penambahan SMA Negeri di kawasan Lereng Gunung Sumbing, khususnya di Kecamatan Kaliangkrik dan Kajoran. Menurutnya, hingga saat ini wilayah tersebut belum memiliki SMA maupun SMK Negeri.
Sementara itu, Bupati Temanggung Agus Setyawan menyampaikan masih terdapat tujuh wilayah blank spot pendidikan di Kabupaten Temanggung yang membutuhkan perhatian pemerintah provinsi.
Ia juga melaporkan perkembangan rencana pembangunan Sekolah Rakyat yang saat ini masih dalam proses penyediaan lahan.
“Untuk lahan Sekolah Rakyat sedang kami upayakan memindahkan warga, karena status tanahnya sekarang dipinjam untuk 24 KK. Kami juga minta hibah tanah 2,5 hektare mukim provinsi yang ada di sebelahnya,” katanya.
Hal senada disampaikan Bupati Purworejo Yuli Hastuti yang berharap pembangunan SMK Negeri di Kecamatan Bruno segera terealisasi. Menurutnya, wilayah tersebut memiliki jumlah penduduk yang cukup padat dan masih menghadapi persoalan kemiskinan ekstrem.
“Sudah siap lahan desa 4 hektare, sudah komunikasi juga dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Kami minta dukungan Gubernur agar segera terealisasi,” katanya. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2




Saat ini belum ada komentar