Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Kreatif! Pemuda di Borobudur Magelang Sulap Limbah Sandal Upanat Jadi Ogoh-ogoh

Kreatif! Pemuda di Borobudur Magelang Sulap Limbah Sandal Upanat Jadi Ogoh-ogoh

  • calendar_month Ming, 17 Agu 2025

BNews–MAGELANG– Para pemuda Karangtengah Selatan, Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang memanfaatkan limbah sandal upanat menjadi karya seni yang menakjubkan. Mereka bergotong royong membuat ogoh-ogoh selama lebih dari satu pekan.

Ketua Pemuda Dusun Karangtengah Selatan, Iwan Widiatmoko mengungkap bahwa mereka membuat ogoh-ogoh Garuda Wisnu. Dengan tinggi mencapai 3 meter dan kerangka penopang dari bambu dan kayu.

“Bahannya dari limbah spon ati (spon eva) sisa pembuatan sendal upanat,” kata Ketua Pemuda Dusun Karangtengah Selatan, Iwan Widiatmoko belum lama ini.

Menurut Iwan, proses pembuatan ogoh-ogoh ini membutuhkan ketelitian, karena baru kali pertama membuat dengan dimensi besar berbahan dasar spon. Sebelumnya, mereka pernah membuat ogoh-ogoh berbentuk berbagai hewan dengan lapisan penutup dari kertas yang ditampilkan saat pesta rakyat di wilayah Borobudur.

Ogoh-ogoh Garuda Wisnu sempat di arak saat gelar budaya saparan sekaligus gelar kreasi budaya menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indinesia di Desa Nagdiharjo pada Minggu (10/8/2025) lalu. 

Ide menggunakan spon limbah sandal upanat, lanjut Iwan, muncul dari banyaknya perajin di sekitar Candi Borobudur. Bahan daur ulang itu dikumpulkan secara bertahap dan tidak dibeli.

Dia menyebut, awalnya cukup kesulitan dalam mengumpulkan bahan spon tersebut. “Namun atas bantuan teman akhirnya bisa kita kumpulkan,” ujarnya.

Sandal upanat sendiri menjadi alas kaki wajib bagi wisatawan yang naik ke bangunan Candi Borobudur.

IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Ketua Badan Usaha Milik Bersama (Bumdesma) Kecamatan Borobudur, Nuryanto mengapresiasi kreatifitas warga Dusun Karangtengah Selatan yang memanfaatkan limbah spon sandal upanat. Pembuatan ogoh-ogoh tersebut, menurutnya, sangat bermanfaat dalam keberlangsungan usaha sandal upanat di wilayah Borobudur. Karena mengurangi limbah dan menjadi barang seni bernilai tinggi. 

Nuryanto juga mendorong sektor lain untuk turut memanfaatkannya. Seperti digunakan untuk pembuatan kostum karnaval maupun kostum seni pertunjukan.

“Kita sudah coba juga, limbah spon untuk bahan kostum unik untuk pawai karnaval budaya. Spon sangat sesuai dan hasilnya juga sempurna bagus untuk dilihat mata,” ungkap Nuryanto yang juga pengrajin aneka souvenir. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less