Kritik Jalan Tol, Pengamat BUMN: Pertumbuhan Ekonomi Hanya di Rest Area

BNews—NASIONAL— Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Herry Gunawan mengkritisi, kinerja pemerintah yang secara terus-menerus melakukan pembangunan jalan tol di berbagai daerah. Menurutnya, pembangunan tersebut juga tidak efektif dan berdampak terhadap ekonomi disuatu wilayah.

Jalan tol sendiri memang dibangun pemerintah untuk menghubungkan konektivitas suatu daerah dalam rangka membangun perekonomian wilayah. Namun kenyataan itu justru berbalik dengan apa yang diupayakan pemerintah.

”Tetapi faktanya saya menghitung itu di beberapa wilayah jalan tol yang dibangun kinerja perekonomian suatu wilayah rata-rata pertumbuhan ekonominya menurun,” jelasnya dalam diskusi bertajuk ’BUMN Terlalu Perkasa?’, Sabtu (27/3).

Misalnya saja di daerah Pasuruan. Sejak tol beropasi pada 2015, perekonomian di wilayah tersebut mengalami penurunan. Sebelum ada tol, pertumbuhan ekonomi di Pasuruan bisa mencapai 7,1 persen pertahunnya. Namun setelah ada tol, justru mengalami penurunan.

”Setelah operasi (tol) itu pertumbuhan ekonominya hanya 5,54 persen, dua tahun setelah operasi 5,27 persen, satu tahun hanya 5,79 persen. Begitu juga di Medan, Deli Serdang, Kota Bukittinggi, Kota Binjai terus kemudian ada di lain-lain itu rata-rata merah dalam arti lebih rendah sebelum tol beroperasi kata dia. Jadi pertanyaannya bangun tol ini untuk siapa?,” jelasnya.

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi justru hanya terjadi di beberapa rest area saja. Pertumbuhan itu pun terjadi di kepada brand-brand global saja, sementara lokal hanya bisa dihitung jari.

Atas dasar itu, Herry mengingatkan, bahwa tugas pemerintah bukan sekedar hanya membangun jalan tol. Akan tetapi lebih kepada memberikan akses jalan yang lebih baik untuk masyarakat.

”Akses jalan tidak harus dengan pembangunan jalan tol saja. Bisa juga jalan biasa yang memang bisa digunakan gratis untuk masyarakat,” tukasnya. (ifa/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: