Magelang Kembali Diguyur Hujan Es, Ini Penjelasan BMKG

BNews—MAGELANG— Fenomena hujan es kembali terjadi di wilayah Kabupaten Magelang, Selasa (2/3). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena serupa masih akan terjadi hingga April mendatang.

Diketahui, peristiwa hujan es di Kabupaten Magelanukan kali pertama ini terjadi. Sebelumnya peristiwa tersebut pernah terjadi pada Senin, (1/2). Saat itu hujan lebat yang mengguyur tiga desa di Kabupaten Magelang, disertai dengan fenomena alam hujan Es.

Tiga desa yang mengalami fenomena alam hujan es itu; yakni terjadi di Desa Salamkanci Kecamatan Bandongan, Desa Banyudono serta Desa Krogowanan Kecamatan Dukun dan Desa Sawangan Kecamatan Sawangan.

Sebelum hujan es terjadi, sebagian kawasan Barat Baya lereng Merapi dilanda angin kencang. Kepala BMKG Stasiun Klimatologi DI Jogjakarta,  Reni Kraningtyas mengatakan, hujan es merupakan fenomena alam biasa yang terjadi bersamaan dengan hujan lebat. 

”Saat udara hangat, lembab dan labil terjadi di permukaan bumi maka pengaruh pemanasan bumi yang intensif akibat radiasi matahari akan mengangkat massa udara tersebut ke atas/ atmosfer dan mengalami pendinginan,” jelas Reni, Rabu (3/3).

Menurut Reni, setelah terjadi kondensasi akan terbentuk titik-titik air yang terlihat sebagai awan Cumulonimbus (Cb). Karena kuatnya energi dorongan ke atas saat terjadi proses konveksi maka puncak awan sangat tinggi hingga sampai freezing level.

”Freezing level ini terbentuk kristal-kristal es dengan ukuran yang cukup besar,” katanya.

Saat awan sudah masak dan tidak mampu menahan berat uap air, terjadi hujan lebat disertai es. ”Es yang turun ini bergesekan dengan udara sehingga mencair dan ketika sampai permukaan tanah ukurannya lebih kecil,” papar Reni.

Ke depan, lanjutnya, potensi hujan es masih akan terjadi hingga berakhirnya masa pancaroba sekitar April mendatang. Ia mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat/ es disertai petir dan angin kencang/ puting beliung.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

”Selalu memperhatikan perubahan cuaca dan update informasi cuaca dari BMKG DIY Stasiun Klimatologi Sleman,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, hujan es disertai angin kencang menerjang sebagian wilayah Kabupaten Magelang, Selasa sore (2/3). Bencana ini mengakibatkan sejumlah bangunan rumah mengalami kerusakan.

Peristiwa ini terjadi di Kecamatan Dukun dan Srumbung sekitar pukul 14.15WIB. Sementara di Muntilan dan Borobudur dilaporkan hujan lebat disertai petir dan angin.

Salah satu warga Dukun, Sapto Nugroho, hujan es ini sempat merusak asbes dan genting rumah. Bagaimana tidak, ukuran es yang jatuh berukuran besar.

”Suaranya es yang jatuh di rumah terdengar cukup keras,” ujar Sapto.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto membenarkan terkait terjadinya bencana tersebut. Bencana tersebut memporakporandakan enam kecamatan.

”Untuk wilayah terdampak enam kecamatan; yakni Muntilan, Salam, Ngluwar, Srumbung, Dukun dan Sawangan. Meliputi 42 dusun di 25 desa,” ungkapnya.

”Terdapat 47 rumah rusak, dengan rincian 46 rumah rusak ringan dan satu rumah rusak sedang. Serta banyak pepohonan tumbang menimba jaringan listrik,” imbuhnya. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: