Viral, Wedding Organizer Promosikan Pernikahan Anak Siri dan Poligami

BNews—NASIONAL— Wedding Organizer (WO) bernama Aisha Wedding mendapat kecaman publik usai secara terbuka menganjurkan perkawinan anak. WO tersebut mengajak kaum muda dengan rentang usia 12-21 tahun untuk menikah melalui penyelenggara Aisha Wedding.

Usai mengemuka di tengah masyarakat dan viral di media sosial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI (KemenPPPA) langsung merespons. KemenPPPA melaporkan Aisha Wedding selaku WO ke kepolisian.

Mengutip laman Aisha Weddings pada Rabu (10/2, WO ini mengajak semua wanita muslim bertakwa serta taat kepada Allah SWT dan suaminya. ”Untuk berkenan di mata Allah dan suami, Anda harus menikah pada usia 12-21 tahun dan tidak lebih,” seperti dikutip Borobudur News.

Aisha Wedding menuliskan agar para perempuan tidak bersikap egois dan tidak menjadi beban bagi orang tua. ”Jangan tunda pernikahan karena keinginan egoismu, tugasmu sebagai gadis adalah melayani kebutuhan suamimu. Anda harus bergantung pada seorang pria sedini mungkin untuk keluarga yang stabil dan bahagia. Jangan menjadi beban bagi orang tua Anda, temukan pria lebih awal!” sambungnya.

Mengetahui hal tersebut, KemenPPPA menuliskan bahwa Aisha Wedding telah menimbulkan keresahan. Utamanya di masyarakat dan sangat mempengaruhi mindset kaum muda untuk terdorong melakukan nikah secara siri dan menikah di usia anak.

KemenPPPA mengungkapkan bahwa aksi Aisha Wedding sebagai WO telah melanggar hukum. Tindakan melanggar hukum tersebut adalah Aisha Weddings melanggar UU Perlindungan Anak (UU Nomor 23 Tahun 2002 dan UU Nomor 35 Tahun 2014). Dan UU Perkawinan (UU Nomor 1 Tahun 1974 dan UU Nomor 16 Tahun 2019 karena ada unsur menganjurkan perkawinan anak.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

”Pemerintah bersama seluruh stakeholders akan terus melakukan advokasi dan sosialisasi pencegahan perkawinan anak,” tulisnya. Pemerintah juga mengajak semua pihak untuk secara intensif menyuarakan menolak nikah sirri karena melanggar kesetaraan gender, serta tidak menikah di asia anak.

Gerakan Bersama Pencegahan Perkawinan Anak telah dirintis Kementerian PPPA sejak tahun 2019. Dan akan terus diintensifkan hingga ke desa-desa, demi kepentingan terbaik bagi anak. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: