Magelang Waspadai Penyebaran Antraks

BNews—MUNGKID— Kasus antraks yang terjadi di Kulonrogo Jogjakarta menjadi perhatian serus Dinas Peternakan dan Perikanan (Peterikan) Kabupaten Magelang. Mereka kini melakukan kewaspadaan terhadap jalur lalu lintas hewan ternak.
            ”Kita kan berada di tengah-tengah jalur lalu lintas ternak di Jawa Tengah dan Jogjakarta. Adanya kasus antrak ini membuat kita makin waspada,” kata Kepala Dinas Peterikan Sri Hartini, siang tadi.
            Upaya yang dilakukan, kata dia, adalah memperketat pengawasan hewan khususnya yang berasal dari daerah endemis, seperti dari Kulonprogro dan Sleman di DIY serta Boyolali dan Kabupaten Semarang di Jawa Tengah. Selain itu, dengan meningkatkan pengawasan di rumah-rumah pemotongan hewan (RPH).
            “Kami akan memperketat surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) tentang asal usul hewan. Saat ini, kami juga sudah siapkan vaksin antibiotik. Kedepan, kami akan lakukan tindakan penyuntikan hewan khususnya sapi, kambing di daerah yang berbatasan dengan daerah endemis antraks itu,” kata  dia.

            Selain upaya itu, pihaknya juga telah menyiapkan desinfektan. “Untuk vaksin antibiotik itu sendiri berasal dari APBD kabupaten untuk 700 ekor dan 40 ekor dari APBD propinsi. Kalau nanti kurang, kami akan minta lagi ke propinsi. Sedang untuk desinfektan, kami masih ada sisa tahun 2016 sebanyak 50 liter dari APBD kabupaten. Untuk tahun 2017 ini kami ada pengadaan lagi, namun menunggu APBD disahkan,” imbuh Kepala Bidang Kesehatan Hewan, drh Jhon Manglapy. (bn1)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: