Memahami 5 Stages of Grief, Tahapan Duka dan Cara Menyikapinya Saat Kehilangan
- calendar_month 0 menit yang lalu

Ilustrasi seseorang sedang berduka (Foto oleh Andrew Neel dari Pexels)
BNews–MAGELANG– Kehilangan orang terdekat, berakhirnya suatu hubungan, hingga kehilangan pekerjaan kerap meninggalkan duka yang mendalam. Respons emosional seperti sedih, marah, bingung, hingga sulit menerima kenyataan merupakan hal wajar yang muncul selama proses berduka.
Dilansir dari Halodoc, konsep 5 stages of grief atau lima tahap duka hadir untuk membantu memahami berbagai respons emosional tersebut. Seseorang tidak harus mengalami seluruh tahap secara berurutan.
Setiap individu memiliki pengalaman berduka yang unik dengan urutan, durasi, serta intensitas emosi yang berbeda-beda. Lima tahap duka ini bukanlah aturan kaku maupun alat diagnosis medis.
Berikut lima tahap duka yang umum dibahas meliputi:
• Penyangkalan (Denial): Fase awal ketika seseorang merasa sulit percaya bahwa kehilangan tersebut benar-benar terjadi.
• Kemarahan: Munculnya rasa kesal, frustrasi, atau mempertanyakan keadaan mengapa situasi tersebut harus menimpanya.
• Tawar-menawar: Fase berandai-andai tentang hal-hal yang mungkin dapat mengubah situasi di masa lalu.
• Depresi: Terjadinya kesedihan yang mendalam, kehilangan minat pada aktivitas harian, hingga menarik diri dari interaksi sosial.
• Penerimaan: Tahap ketika seseorang mulai dapat memahami kenyataan dan beradaptasi dengan perubahan hidup.
Untuk mendampingi proses pemulihan, merawat diri, menjaga rutinitas sederhana, serta berbagi cerita dengan orang tepercaya dapat sangat membantu. Hindari memaksakan diri untuk segera “move on”, sebab berduka bukanlah sebuah perlombaan dengan tenggat waktu.
Meski duka merupakan reaksi alami, bantuan medis tetap diperlukan dalam kondisi tertentu. Segera berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan mental apabila rasa sedih menetap dan mulai mengganggu kualitas tidur, pola makan, pekerjaan, hingga hubungan sosial.
Bantuan profesional juga bersifat darurat dan mutlak diperlukan bila muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau mengakhiri hidup.
(*)
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar