Menikmati Kuliner Bubur Blendrang Khas Muntilan Magelang, Hangat dan Gurih

BNews–MAGELANG– Berbicara soal kuliner di Kabupaten Magelang tidak akan ada habisnya. Salah satunya kuliner legendaris yang sudah ada sejak dulu dan hanya ada di Magelang.

Namanya Bubur Blendrang, yang hanya dapat ditemukan di daerah Desa Gungpring Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang.

Bubur blendrang adalah makanan tradisional berbahan dasar tepung beras dengan isian balungan (tulang) ayam atau kambing. Teksturnya lebih lembut dibanding bubur ayam atau bubur Manado yang berbahan dasar nasi.     

Salah satunya Bubur Blendrang “Bu Sri” yang berada di daerah Gatak Nepen Desa Gunungpring Kecamatan Muntilan.

“Saya mulai buka sekitar 2 tahunan. Mulanya (belajar) resep itu buka di Youtube terus coba-coba. Kurang apa gitu. Pertama nyoba itu beli tulang setengah kilogram. Setelah rasanya mantep terus jualan,” kata Musriati, pemilik warung blendrang “Bu Sri” (31/5/2022).

Ia juga mengungkapkan, blendrang bisa berbahan balungan ayam maupun kambing. Bagian yang diambil biasanya berupa krongkong ayam atau tulang sengkel kambing.

Balungan sengkel yang berada antara lutut dan bahu kambing mengandung sumsum tulang yang membuat rasa blendrang lebih gurih. Selain rasa, alasan Musriati memilih krongkong dan sengkel karena dijual dengan harga murah di pasar.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Modal bahan baku menentukan harga jual blendrang yang termasuk sangat murah. “Satu porsi ada yang Rp 5 ribu sampai Rp6 ribu. Tapi rata-rata orang beli Rp 5 ribu,” ungkapnya.

Blendrang diracik dari rebusan krongkong ayam atau sengkel kambing yang dicampur beraneka bumbu dan rempah.

“Yang utama brambang bawang, jahe, dan kencur. Pedesnya itu selain dari jahe juga ditambah lombok. Sekitar seperempat kilo cabe untuk satu panci blendrang ukuran sedang,” paparnya.

Untuk membuat blendrang seukuran panci sedang, Musriati membutuhkan 3 sampai 4 kilogram bahan balungan ayam. Rata-rata dalam sehari dia mampu menjual 50 sampai 70 porsi blendrang balungan ayam.

Musriati membuat blendrang balungan kambing hanya di hari sabtu dan minggu. Modal membuat blendrang kambing lebih mahal dibandingkan ayam.

Dia membeli tulang sengkel seharga Rp40 ribu per kilogram dari pedagang daging langgananya di pasar Muntilan. Sedangkan kerongkong ayam ditebusnya seharga Rp10 ribu per kilogram.

“Blendrang balungan kambing bisa sampai 20 porsi. Kalau balungan kambing (bahannya) cukup satu kilo saja, kalau bisa habis ya Alhamdulillah.”

Musriati membocorkan rahasia dapur mengolah blendrang yang enak. Pertama, kualitas balungan harus baik. Balungan harus segar, bukan berasal dari ayam tua atau yang sudah lama disembelih.

Kedua, tepung beras juga harus bagus. “Sekarang ada to blendrang yang dicampur tepung sagu, jadi kalau disendok malah molor-molor. Kalau kualitas balungannya nggak segar nanti blendrangnya juga baunya nggak enak,” ujar Musriati.

Dari Google maps, bahwa sedikitnya ada 4 lokasi warung blendrang terkenal di seputaran Muntilan. Itu belum termasuk warung-warung blendrang lainnya yang berkategori rasa biasa-biasa saja. Termasuk padat untuk daerah kecamatan yang luasnya hanya sekitar 13,7 kilometer. (bsn/suara)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: