Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Menteri Abdul Mu’ti Letakkan Batu Pertama Kampus 3 SMK Muhammadiyah Salaman

Menteri Abdul Mu’ti Letakkan Batu Pertama Kampus 3 SMK Muhammadiyah Salaman

  • calendar_month Jum, 5 Sep 2025

BNews—MAGELANG— Pendidikan vokasi terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil, terutama di sektor kesehatan.

Menjawab kebutuhan tersebut, SMK Muhammadiyah Salaman membangun kampus ketiga khusus program keahlian layanan kesehatan di atas lahan wakaf seluas kurang lebih 4.000 meter persegi.

Peletakan batu pertama pembangunan kampus baru ini dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti, Jumat (5/9/2025).

Peresmian ini dihadiri pejabat pusat, daerah, hingga tokoh Muhammadiyah sebagai simbol sinergi lintas pihak dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan berbasis wakaf merupakan bukti nyata kolaborasi masyarakat dan pemerintah.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pewakaf. Semoga manfaatnya menjangkau masyarakat luas. Pemerintah, sesuai arahan Presiden RI, siap membantu alokasi anggaran agar sekolah memiliki sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai,” katanya.

Selain pembangunan fisik, Kementerian juga menyoroti program digitalisasi sekolah. Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pembelajaran masa depan tidak bisa lepas dari teknologi.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Pemerintah akan mengalokasikan ratusan ribu interactive flat panel. Sekolah yang ingin memanfaatkannya harus mengisi formulir secara resmi. Nanti akan ada tracking, termasuk program pelatihan bagi guru. Jadi tidak hanya perangkatnya saja yang diberikan, tetapi juga kompetensi pendidiknya. Bahkan untuk daerah yang masih terkendala listrik maupun internet, pemerintah akan menggandeng pihak terkait agar tidak ada sekolah yang tertinggal,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Slamet Ahmad Husein, menegaskan bahwa jurusan layanan kesehatan sejalan dengan visi pendidikan nasional maupun daerah.

“Kami menyambut baik penambahan jurusan layanan kesehatan. Ini langkah yang sangat tepat, karena kebutuhan tenaga kesehatan semakin tinggi. Pemerintah Kabupaten Magelang berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan mutu pendidikan. Seperti visi Bupati Magelang, yaitu pinter ngaji, pinter sekolahe, pendidikan vokasi seperti ini menjadi sarana mencetak generasi unggul baik dalam keterampilan maupun karakter,” kata Husein.

Ia berharap kehadiran kampus baru ini mampu menjawab tantangan dunia kesehatan sekaligus memperluas akses pendidikan berkualitas di Kabupaten Magelang dan sekitarnya.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Magelang, Muhammad Nasirudin, menyampaikan bahwa pendirian Kampus 3 merupakan jawaban atas tingginya minat masyarakat.

“Alhamdulillah, dengan adanya wakaf seluas 4.000 meter persegi ini, SMK Muhammadiyah Salaman dapat mewujudkan pembangunan kampus baru. Program keahlian layanan kesehatan kami buka untuk menjawab permintaan masyarakat dan kebutuhan tenaga kesehatan yang profesional,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari program Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan.

“Harapannya, lulusan tidak hanya kompeten secara keterampilan, tetapi juga memiliki akhlak dan ketakwaan. Kehadiran jurusan layanan kesehatan ini akan menjadi salah satu pusat unggulan Muhammadiyah di wilayah Salaman,” tegasnya. (*)

About The Author

  • Penulis: Borobudur News

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less