Mirip Vanessa, di Magelang Polisi Bongkar Kasus Prostitusi Online

BNews–MUNGKID– Polres Magelang berhasil ungkap kasus prostitusi online di Magelang (25/1). Seorang mucikari perempuan berhasil diamankan dan ditahan di sel Mako Polres Magelang.

BNews–MUNGKID– Kasur prostitusi online mirip Vanessa Angel terjadi di Magelang. Hal itu setelah Polres Magelang berhasil membongkar tindakan kriminal itu beberapa hari lalu.

Kasus ini berhasil di bongkar setelah mendapat laporan masyarakat dan melakukan penyelidikan. “Kami amankan tersangka mucikari berinisial UM atau VE, 32 warga Tidar Utara Kecamatan Magelang Selatan Kota Magelang,” ungkap Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho dalam pressconnya siang ini (28/1).

Proses pengamanan pelaku sendiri saat terjadi transaksi uang dari pihak pemesan kepada mucikari tersebut di sebuah hotel Magelang. “Modus pelaku ini yakni pemesan BD, 40 warga Tempuran menghubungi VE melalui online WhatsApp untuk mencarikan perempuan untuk diajak berhubungan intim, dan selanjutnya BD menunggu di sebuah kamar hotel selanjutnya diantarkanlah seorang perempuan bernama AMW alias TK, 25 warga Madyocondro Kecamatan Secang namun tinggal kost di daerah japunan Magelang oleh VE,” imbuhnya.

Dalam proses pembayaran tersebut dilakukan setelah pasangan mesum tersebut keluar dari kamar. Pemesan memberikan uang kepada VE sebesar Rp.1.500.000.

“Uang sejumlah tersebut mucikari ini mendapat Rp.500.000, sedangkan Rp.1.000.000 untuk perempuannya,” terang Kapolres Magelang.

Dalam kasus ini, pihak Polres Magelang menetapkan BD, 40 dan AMW alias TK, 25 sementara sebagai saksi . “Sedangkan untuk VE sang mucikari diamankan ke Polres Magelang untuk penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Dalam pengamanan pelaku ini, petugas juga mengamankan sebagai barang bukti berupa satu buah kondom habis pakai, satu carik kertas transfer atm BRI, lima belas lembar uang pecahan 100.000 dengan jumlah total Rp.1.500.000,-, Satu buah HP merk OPPO warna merah. “Dari penyelidikan lanjut, mucikari ini mengaku baru satu kali ini melakukan perbuatanya. Namun pihak kami tetap akan terus melanjutkan pemeriksaan chat transaksi yang katanya langsung di hapus karena pelaku terkesan tertutup,” papar Kapolres.

“Kepada tersangka kami jerat Pasal 296 KUHP. Dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan,” tandasnya.

Sementara VE, 32 seorang perempuan yang menjadi mucikari mengaku kepada awak media baru sekali melakukan tindakan ini. “Awalnya saya hanya menolong teman saya TK untuk mencarikan pelanggan, dan kebetulan teman saya BD juga minta tolong mencarikan,” katanya sambil menunduk malu.

“Saya menyesal atas perbuatannya ini, dan tidak akan diulangi lagi,” pungkasnya. (bsn)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: