OPD Pemprov Jateng Dampingi 475 Desa

BNews–PURWOREJO— Gubernur Jateng Ganjar Pranowo terus melakukan trobosan. Salah satu yang baru adalah program satu organisasi perangkat daerah (OPD) Satu Desa Binaan. OPD dilingkup Pemprov ini akan mendampingi 475 desa di 14 Kabupaten.

Seluruh OPD dilibatkan dalam program ini. Tujuan utama program adalah percepatan mengentaskan kemiskinan.

Siang tadi (10/8) Biro Umum melakukan kegiatan pendampingan di Desa Tlogoguwo Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo. Beberapa program dilaksanakan didesa itu meliputi pengentasan kemiskinan, rumah tidak layak huni, jambanisasi, listrik dan kesehatan dan pembinaan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dapat terselesaikan.

“Alhamdulillah, senang sekali rasanya rumah saya mau diperbaiki dan mau dibangunkan jamban. Selama ini tidak punya jamban, kalau buang air besar ya di sungai. Rumah juga sudah reyot, mau ambruk,” kata Ngatinem,60, salah satu warga Tlogoguwo saat mengikuti kunjungungan Biro Umum Setda Jateng di Balai Desa setempat, Sabtu (10/8).

Ngatinem mengatakan, selama ini ia bersama suami tinggal di rumah peninggalan orang tua yang sangat sederhana itu. Jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk makan sehari-hari saja susah.

“Makanya senang sekali mendengar ada bantuan ini,” ucapnya.

Menurut Kepala Desa Tlogoguwo, Mujoko, desa Tlogoguwo memang masih tertinggal. Masih banyak masyarakat yang belum memiliki jamban, listrik dan rumah layak huni di desa dengan 1000 Kepala Keluarga dan 3500 jiwa tersebut.

Loading...

“Alhamdulillah desa kami mendapat pendampingan dari Biro Umum, semoga desa kami menjadi lebih maju dan masyarakat jadi sejahtera,” ucapnya.

Ia juga berterimakasih kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang telah menginisiasi program Satu OPD Satu Desa Binaan. Ia berharap, dengan program itu maka akan banyak desa di Jateng yang semakin maju.

Di lain sisi, Kepala Biro Umum Setda Provinsi Jateng, Edy Supriyatna mengatakan, program Satu OPD Satu Desa Binaan merupakan arahan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo untuk mengentaskan kemiskinan di Jawa Tengah.

“Kami melaksanakan perintah bapak Gubernur dengan memulai kegiatan pendampingan di desa Tlogoguwo Kaligesing ini. Disini masih banyak hal yang perlu diselesaikan seperti persoalan jambanisasi, rumah tidak layak huni, listrik, kesehatan dan lainnya,” kata dia.

Pihaknya juga menggandeng sejumlah SKPD terkait dan dibantu jajaran TNI untuk melaksanakan program pendampingan. Dalam bulan ini, program-program itu akan dikerjakan dan ditargetkan rampung dalam waktu singkat.

“Bulan ini kami akan bangun 10 unit jamban sehat dan dua rumah tidak layak huni. Nanti akan kami lanjutkan dengan pembangunan jamban sebanyak 10 unit tiap bulannya hingga 2019, targetnya sampai akhir tahun ada 50 jamban yang dibangun,” tambahnya.

Terkait pembangunan rumah, pada tahun ini lanjut Edy juga sudah teragenda pembangunan enam RTLH. Semuanya dibangun menggunakan dana desa dan bantuan Disperakim.

“Kami targetkan pada 2020 program jambanisasi sudah selesai, dan untuk program lain juga ditargetkan secepatnya rampung,” ucapnya.

Pada kesempatan itu juga di serahkan bantuan berupa paket sembako dari Gubernur Jawa Tengah untuk masyarakat. (lhr/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: