Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Tak Disangka, Pampers Bisa Jadi Pot Bunga! Ini Aksi Kreatif KKN UNIMMA di Magelang

Tak Disangka, Pampers Bisa Jadi Pot Bunga! Ini Aksi Kreatif KKN UNIMMA di Magelang

  • calendar_month 14 jam yang lalu

BNews-MAGELANG – Mahasiswa KKN Tematik II Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) Tahun 2026 menghadirkan; inovasi kreatif bagi warga Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.

Melalui pelatihan pengolahan limbah, mahasiswa mengenalkan pembuatan pot bunga dari material popok sekali pakai (pampers).

Kegiatan yang digelar pada Jumat (13/2) di halaman rumah Kepala Dusun Banyuroto tersebut merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat; di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Diesyana Ajeng Pramesti.

Program ini dijalankan secara kolaboratif oleh sepuluh mahasiswa, yakni Linda Hardiyanti, Syahfudin Barbara, Noviyanti, Riendratama Putra Rahmadani; Ristianto Nugroho, Putri Damayanti, Putri Amanda Aulia, dan Niken Ratih Sulistiyowati.

Pelatihan bertujuan memberikan wawasan baru kepada masyarakat mengenai pemanfaatan material popok yang memiliki serat kuat untuk dijadikan media tanam dan kerajinan bernilai ekonomi.

Pelatihan menghadirkan Tri Wardoyo, praktisi sekaligus penggerak bank sampah dari Desa Suroyudan, Kecamatan Tegalrejo, sebagai pemateri utama.

Dalam sesi praktik, peserta diajarkan teknik mengolah pampers yang dikombinasikan dengan campuran semen untuk menghasilkan pot bunga yang kokoh dan fungsional.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Untuk memudahkan proses pembelajaran, pelatihan menggunakan pampers baru sebagai bahan utama sehingga peserta dapat langsung mempraktikkan teknik pelapisan dan pencetakan pot secara optimal.

“Sebenarnya material popok ini punya potensi besar jika dipadukan dengan semen. Selain seratnya yang kuat untuk pot, bagian gel di dalamnya juga bisa diolah menjadi pupuk melalui proses tertentu. Hari ini kita praktikkan bagaimana pampers ini bisa berubah fungsi menjadi barang yang punya nilai guna lebih,” ujar Tri Wardoyo.

Sementara itu, Putri, salah satu perwakilan mahasiswa KKN Tematik II UNIMMA, menjelaskan bahwa pemilihan pampers sebagai bahan pot bunga merupakan bentuk edukasi kreatif sekaligus penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Masyarakat di sini sudah cukup baik dalam pengelolaan sampah. Kami hadir untuk menambah referensi keterampilan baru bahwa pampers yang biasanya hanya digunakan sekali pakai, ternyata bisa diolah menjadi barang bernilai ekonomi seperti pot bunga ini. Inovasi ini diharapkan bisa dikembangkan lebih lanjut oleh ibu-ibu atau kelompok bank sampah di Desa Banyuroto,” ungkapnya.

Antusiasme warga tampak saat peserta mencoba mencetak pot bunga dengan berbagai bentuk unik. Melalui pelatihan ini, diharapkan muncul inspirasi peluang usaha kreatif berbasis kerajinan rumah tangga yang inovatif dan ramah lingkungan di Desa Banyuroto. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less