Siapa Pengelola Gerbang Samudra Raksa?

BNews–JOGJA– Proyek pembangunan gerbang raksasa Samudra Raksa di perbatasan Kulonprogo dan Magelang telah selesai. Pemkab Kulon Progo menyambut baik selesainya gerbang yang berlokasi di Kalurahan Banjaroya, Kapanewon Kalibawang.

Dal hal ini, Pemkab Kulon Progo digadang-gadang memiliki peluang untuk mengelola area yang nantinya diharapkan menjadi ikon baru pariwisata DIY tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kulon Progo, Sutedjo mengatakan bila peluang itu bisa saja menjadi pisau dua mata. Di satu sisi menjadi peluang mengenalkan produk-produk UMKM unggulan Kulon Progo; Namun di sisi lain, Pemkab Kulon Progo dituntut untuk menyediakan dana operasional pengelolaan melalui anggaran belanja dan pendapatan daerah (APBD).

“Pemda harus membiayai operasional, seperti biaya perawatan, penyediaan air bersih, dan sebagainya, nah sementara di [APBD] 2021 belum dianggarkan,” kata Sutedjo (14/12/2020).

Melihat kemungkinan yang demikian, kata Sutedjo, Pemkab Kulon Progo enggan berspekulasi berlebih. Pemkab lebih memilih menunggu keputusan pusat.

“Nanti ada pembahasan lebih lanjut, kami menunggu saja,” ujar Sutedjo.

Sebagai informasi, pembangunan Gerbang Samudra Raksa merupakan salah satu program Pemerintah Pusat untuk pengembangan infrastruktur KSPN Candi Borobudur.

Tempat ini akan difungsikan sebagai rest area bagi wisatawan ataupun masyarakat umum; baik dari dan ke Yogyakarta International Airport (YIA) Kapanewon Temon, menuju Candi Borobudur.

Tempat ini akan dilengkapi dengan relief dari batu berbentuk Gerbang Klangon dengan tema Samudra Raksa. Yang mana merupakan salah satu kapal kayu bercadik khas Nusantara dengan mempresentasikan kebudayaan bahari purbakala.

Di tempat ini juga akan dibangun areal pedestrian, drainase, pusat kuliner, kios oleh-oleh dan fasilitas penunjang wisata lainnya. (*/Lubis)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: