Peluang Emas: 1,7 Juta Lowongan Pekerja Migran Dibuka, Magelang Siap Ambil Bagian
- calendar_month Jum, 18 Apr 2025

Duduk Manis di Rumah, Rekening Tetap Gendut! Ini Cara Gila Dapet Uang dari Internet!
BNews-MAGELANG– Kabar gembira bahwa Pemerintah Indonesia menerima permintaan 1,7 juta pekerja migran dari 100 negara di beberapa negara, terutama Asia dan Eropa.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding berharap, pemerintah daerah bisa menyiapkan tenaga kerja terampil untuk memenuhi lowongan kerja tersebut.
Hal ini diungkapkan Karding saat berkunjung ke Magelang, Minggu (13/4/2025).
“Yang baru bisa kami penuhi sekitar 297.000 (pekerja migran). Untuk itu, saya mendorong Pak Bupati mengambil peluang ini,” ujarnya di rumah dinas bupati Magelang.
Karding mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang membentuk bidang khusus untuk pekerja migran di dinas terkait.
Selain itu, juga meminta pemkab memberikan pelatihan kerja dengan biaya yang ditanggung P2MI.
“Saya bayangkan misal setiap desa dari 372 desa (di Kabupaten Magelang) diambil dua saja setelah pelatihan. Maka, ada 700 lebih (yang bisa dikirim ke luar negeri),” kata politisi asal PKB itu.
Tawaran dari Jepang Hingga Jerman
Menurut Karding, sejumlah negara yang menawarkan lowongan kerja itu di antaranya Jepang, Taiwan, Hong Kong, Korea Selatan, dan Jerman.
Sektor pekerjaan yang ditawarkan pun beragam. Namun, pelatihan untuk calon pekerja migran akan difokuskan sesuai kebutuhan negara tujuan.
Di Jepang, misalnya, pelatihan akan difokuskan pada bidang keperawatan, mengingat banyaknya populasi lanjut usia di negara tersebut.
CEK BERITA UPDATE DAN VIRAL LAINNYA DISINI (KLIK)
Sementara itu, Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyatakan akan mengoptimalkan peran Balai Latihan Kerja (BLK) dan mengkaji kemungkinan pembentukan bidang pekerja migran.
Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menambahkan, belum ada angka pasti mengenai calon pekerja migran yang disiapkan dari Kabupaten Magelang.
“Kami tidak akan gegabah. Karena selama ini pelatihan BLK tidak sinkron dengan kebutuhan kerja,” katanya. (*/kompas)
About The Author
- Penulis: Borobudur News



Saat ini belum ada komentar