Pemda DIY Perpanjang PPKM Mikro di Yogyakarta Hingga 22 Maret

BNews—YOGYAKARTA— Pemda DIY memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di wilayahnya. Perpanjangan ini sesuai arahan Pemerintah Pusat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sultan pribadi melihat pelaksanaan PPKM mikro beberapa pekan ini masih perlu lantaran jumlah kasus harian yang masih fluktuatif.

“Dalam arti fluktuatif, belum stabil. Misalnya kemarin 89 (kasus), sekarang di atas seratus,” kata Sultan di Kantor DPRD DIY, Senin (8/3). Dilansir dari CNNIndonesia.

Sultan menilai bahwa PPKM Mikro sebenarnya telah memberikan dampak positif terkait angka penyebaran Covid-19. Serta menekan keterisian tempat tidur rumah sakit penanganan pasien Corona dari di atas 50 persen hingga sekarang 46 persen saja.

“Tapi, kan karena masih fluktuatif kita nggak berani. Daripada (kasus) naik lagi mending diteruskan saja (PPKM), supaya ngontrolnya juga sama,” lanjut Sultan.

Selain itu, PPKM mikro berperan dalam membuat peta zonasi penyebaran Covid-19 di DIY menjadi hijau. Pembatasan kegiatan sebagai kontrol agar tak ada kawasan yang berubah merah.

“Hal-hal itu harus dipertimbangkan jangan sudah hijau kita enak-enak, nanti pergi lagi (terjadi kasus penularan) ya merah lagi. Mana lainnya hijau, kita merah sendiri. Harus hati-hati,” imbuh dia.

Tambah Sultan, PPKM Mikro jilid selanjutnya ini tidak akan disertai aturan tambahan. Dengan kata lain, kebijakan yang diterapkan masih sama seperti saat ini.

Diketahui bahwa PPKM mikro sedianya berakhir 8 Maret 2021. Dengan keputusan perpanjangan ini maka segala aturannya masih akan berlaku sampai 22 maret mendatang. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: