Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Bukan Sekadar Melayani, Pemkab Magelang Dorong Birokrasi Lebih Ramah dan Responsif

Bukan Sekadar Melayani, Pemkab Magelang Dorong Birokrasi Lebih Ramah dan Responsif

  • calendar_month 24 menit yang lalu

BNews-MAGELANG – Pemerintah Kabupaten Magelang terus memperkuat transformasi birokrasi melalui peningkatan pola pikir (mindset), kompetensi, dan budaya kerja aparatur. Langkah ini dilakukan untuk mewujudkan pelayanan publik yang profesional, responsif, ramah, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Transformasi Mindset dan Sharing Praktik Baik Pelayanan Publik yang digelar di Halaman Tengah Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Magelang, Rabu malam (14/10/2026).

Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, dalam arahannya mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah membangun pola pikir positif, memperkuat kolaborasi, dan menyatukan langkah untuk mencapai tujuan bersama.

Menurutnya, berbagai persoalan dan tantangan pembangunan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama dan komitmen seluruh elemen agar upaya pembangunan serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.

“Tidak ada masalah yang bisa diselesaikan sendiri. Mari kita berkolaborasi,” ajaknya.

Grengseng menegaskan, perbedaan pandangan maupun latar belakang tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bekerja bersama demi kepentingan masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh jajaran aparatur untuk menjaga semangat kerja, membangun komunikasi yang baik, serta menyatukan tujuan. Menurutnya, kolaborasi menjadi modal penting dalam mendorong kemajuan Kabupaten Magelang.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pola pikir positif harus diikuti langkah nyata dan sistem kerja yang terarah. Dengan demikian, berbagai gagasan dan harapan dapat diwujudkan melalui kerja bersama yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Semangat kolaborasi tersebut, lanjutnya, juga harus diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) diharapkan mampu menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor.

“Setiap perangkat daerah diharapkan mampu menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal, sekaligus membangun koordinasi dengan perangkat daerah lainnya agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih efektif,” ungkapnya.

Coaching Pengembangan Diri untuk Aparatur

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi Self Improvement Energy Coaching dari narasumber Roma Nainggolan. Materi ini menekankan pentingnya pengembangan diri, rasa syukur, dan pola pikir positif dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk di lingkungan kerja pemerintahan.

Dalam pemaparannya, Roma mengajak peserta mengubah sudut pandang terhadap pekerjaan dan aktivitas sehari-hari dengan melihat manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.

Ia memberikan ilustrasi mengenai suatu aktivitas yang awalnya dipandang sebagai pengeluaran, tetapi dapat dimaknai dari sudut pandang yang lebih luas, yakni sebagai bentuk dukungan terhadap usaha, karyawan, dan keberlangsungan sebuah perusahaan.

Menurutnya, perubahan cara pandang dapat memengaruhi perasaan dan cara seseorang memaknai tindakan yang dilakukan. Ketika seseorang mampu melihat manfaat yang lebih luas dari pekerjaannya, rasa syukur, kepedulian, dan kebahagiaan dapat tumbuh.

“Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu aparatur membangun kesadaran diri, meningkatkan empati, serta memahami bahwa setiap pekerjaan memiliki dampak bagi orang lain,” ungkapnya.

Selain memperkuat pola pikir, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai komunikasi efektif, etika pelayanan, penanganan keluhan masyarakat, serta penerapan budaya pelayanan prima.

Melalui materi tersebut, aparatur diharapkan mampu mengembangkan sikap kerja yang lebih positif dan memahami bahwa kualitas pelayanan publik tidak hanya ditentukan oleh sistem, tetapi juga oleh perilaku, kepedulian, dan tanggung jawab setiap petugas.

Pemkab Magelang Dorong Birokrasi Tanpa Ego Sektoral

Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, David Rudiyanto, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk menyamakan persepsi mengenai birokrasi yang melayani melalui penguatan pola pikir dan berbagi praktik baik pelayanan publik.

Menurut David, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi, sikap, dan keterampilan aparatur agar mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, transformasi pola pikir juga diarahkan untuk mengimplementasikan filosofi luhur Hamemayu Hayuning Bawana dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.

Filosofi tersebut dimaknai melalui kesadaran bahwa melayani merupakan bagian dari ibadah (hablum minallah), membangun empati dan kepedulian terhadap sesama (hablum minannas), serta menjaga kelestarian lingkungan (hablum minal ‘alam).

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Melalui kombinasi transformasi mindset dan berbagi praktik baik, kami ingin membangun kesamaan pemahaman bahwa pelayanan merupakan tanggung jawab bersama. Seluruh jajaran perlu menyatukan langkah untuk menghadirkan pelayanan yang cepat, ramah, tuntas, dan berkualitas demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Magelang,” jelasnya.

David menambahkan, salah satu hal penting yang ingin diperkuat melalui kegiatan tersebut adalah mengurangi pola kerja yang terkotak-kotak dan mengikis ego sektoral di lingkungan pemerintahan.

Menurutnya, sinergi perlu dibangun, baik di dalam organisasi perangkat daerah maupun lintas perangkat daerah. Dengan koordinasi yang baik, berbagai kebutuhan dan persoalan masyarakat diharapkan dapat ditangani secara terpadu.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Magelang Sahid; Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang beserta para asisten Sekretariat Daerah, kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang, camat se-Kabupaten Magelang, serta lurah di Kabupaten Magelang.

Melalui kegiatan Transformasi Mindset dan Sharing Praktik Baik Pelayanan Publik ini; Pemerintah Kabupaten Magelang berharap terbangun kesamaan persepsi mengenai birokrasi yang melayani; meningkatnya kapasitas aparatur, serta semakin kuatnya sinergi dan kolaborasi antarperangkat daerah.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong terwujudnya pelayanan publik yang semakin cepat, ramah, efektif, dan berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Magelang. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less