Pemkab Magelang Uji Coba Pavingisasi Jalan Desa, Banyusidi Jadi Proyek Percontohan
- calendar_month 15 menit yang lalu

David Rudiyanto Ungkap Dana Inpres Rp19 Miliar untuk 2 Ruas Jalan di Magelang
BNews-MAGELANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang mulai mengembangkan pavingisasi untuk jalan lingkungan pedesaan dan kawasan permukiman. Program tersebut diuji coba di Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dengan panjang penanganan sekitar 500 meter.
Uji coba penggunaan material paving tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Warga menilai jalan menjadi lebih nyaman dan berharap pembangunan dengan material serupa dapat dilanjutkan ke wilayah lainnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magelang, David Rudiyanto, mengatakan masyarakat merasa puas dengan hasil pembangunan yang telah dilakukan.
“Dari hasil yang sekarang sudah terlaksana, warga puas dan senang. Pengennya warga, (pavingisasi) itu diteruskan,” ujarnya, Jumat (6/11/2026).
Meski demikian, Pemkab Magelang tidak akan menerapkan pavingisasi untuk seluruh ruas jalan yang membutuhkan perbaikan. Jalan kabupaten yang mengalami kerusakan tetap dapat ditangani menggunakan aspal, termasuk melalui penambalan pada bagian berlubang.
Menurut David, penggunaan paving lebih sesuai untuk jalan lingkungan permukiman, terutama ruas yang berada di sekitar rumah warga. Selain memberikan kenyamanan, perawatannya relatif mudah karena bagian yang rusak bisa diganti tanpa membongkar seluruh badan jalan.
Pavingisasi juga dinilai dapat membantu mengurangi limpasan air hujan atau run-off. Celah di antara material paving memungkinkan sebagian air meresap ke dalam tanah.
Ke depan, program ini direncanakan dikembangkan ke kawasan permukiman lainnya. DPUPR akan menangani jalan berstatus jalan kabupaten, sedangkan pembangunan jalan desa dapat didukung melalui bantuan keuangan khusus (BKK) berupa material.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Pemkab Magelang juga membuka peluang pengembangan usaha produksi paving di tingkat desa. Dengan demikian, pemerintah desa dan masyarakat dapat terlibat dalam penyediaan material sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari program pembangunan tersebut.
DPUPR Kabupaten Magelang siap memberikan pendampingan teknis, termasuk pengujian kualitas paving melalui laboratorium milik dinas. Pengujian dilakukan untuk menentukan komposisi bahan yang tepat, seperti pasir Merapi, semen, dan material pendukung lainnya, agar menghasilkan paving dengan kekuatan sesuai kebutuhan.
“Memang harus uji coba. Nanti dicoba komposisinya, campurannya berapa yang paling bisa maksimal,” pungkasnya.
Melalui program ini, Pemkab Magelang berupaya mengembangkan alternatif pembangunan jalan lingkungan yang mudah dirawat sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar