Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Jalan Pemuda Magelang Ditutup Saat Kirab Merti Gunung Tidar, Simak Jadwal dan Rutenya

Jalan Pemuda Magelang Ditutup Saat Kirab Merti Gunung Tidar, Simak Jadwal dan Rutenya

  • calendar_month Jum, 6 Nov 2026

BNews-MAGELANG – Masyarakat yang akan beraktivitas di kawasan pusat Kota Magelang, Jawa Tengah, pada Minggu (8/11/2026), perlu memperhatikan rekayasa lalu lintas selama pelaksanaan kirab tumpeng Merti Gunung Tidar 2026.

Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang akan memberlakukan pengaturan lalu lintas dengan sistem buka-tutup jalan. Kebijakan tersebut diterapkan untuk mendukung kelancaran kirab yang membawa sekitar 194 tumpeng menuju puncak Gunung Tidar.

Kirab dijadwalkan dimulai dari halaman Masjid Agung Kauman Magelang sekitar pukul 06.30 WIB. Rombongan kemudian bergerak ke arah utara, mengelilingi kawasan Alun-alun Kota Magelang, sebelum melintasi Jalan Pemuda dan Jalan Jenderal Sudirman.

Selanjutnya, peserta kirab akan memasuki kawasan Lembah Tidar hingga menuju puncak Gunung Tidar.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Magelang, Makhmud Yunus, menjelaskan pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara situasional dengan menyesuaikan pergerakan rombongan kirab.

“Iya, jadi pada dasarnya Jalan Pemuda ditutup. Terutama ketika sudah mulai jalan (peserta kirab),” kata Yunus, Jumat (6/11/2026).

Penutupan Jalan Pemuda dilakukan ketika rombongan mulai melintas. Setelah peserta kirab melewati ruas jalan tersebut, akses akan kembali dibuka.

Sementara itu, Jalan Jenderal Sudirman tidak ditutup secara keseluruhan karena memiliki badan jalan yang lebih lebar. Petugas akan mengarahkan kendaraan menggunakan sebagian ruas jalan agar arus lalu lintas tetap berjalan.

Saat melintasi Jalan Pemuda, peserta kirab diarahkan melalui sisi kanan jalan. Sedangkan ketika memasuki Jalan Jenderal Sudirman, rombongan akan menggunakan sisi kiri.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Pengaturan juga dilakukan terhadap kendaraan yang parkir di sepanjang Jalan Pemuda. Kendaraan diarahkan parkir secara sejajar atau satu baris di sisi kiri jalan.

Rekayasa lalu lintas diperkirakan berlangsung mengikuti jalannya kirab yang berlangsung sekitar pukul 07.00 hingga 08.30 WIB.

Kirab Diikuti Ratusan Peserta dengan 194 Tumpeng

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Windo Atmoko, menjelaskan kirab tumpeng menjadi puncak rangkaian kegiatan Merti Gunung Tidar 2026.

Sebanyak 194 tumpeng disiapkan dalam kegiatan tersebut. Jumlah itu terdiri atas 192 tumpeng yang mewakili jumlah RW di Kota Magelang serta dua tumpeng utama dari pemerintah kota.

Setiap RW diperkirakan mengikutsertakan sekitar 15 hingga 20 orang. Dengan demikian, jumlah peserta kirab diperkirakan mencapai 1.300 hingga 1.500 orang, bahkan bisa lebih.

Para peserta akan mengenakan pakaian bernuansa adat Jawa, seperti surjan, beskap, iket, maupun blangkon. Namun, panitia tetap mengutamakan kenyamanan karena peserta harus menempuh perjalanan cukup jauh hingga mendaki Gunung Tidar.

Warga juga diperbolehkan menyaksikan kirab di sepanjang rute yang dilalui rombongan.

Rangkaian Merti Gunung Tidar 2026

Merti Gunung Tidar 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 November 2026. Sejumlah kegiatan disiapkan untuk memeriahkan agenda budaya tersebut.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengajian bersama Gus Kautsar pada Jumat (6/11) malam.

Kemudian, Sabtu (7/11), dilaksanakan pemasangan penjor di kawasan Alun-alun, Pecinan, dan Lembah Tidar. Pada sore harinya, masyarakat juga dapat menyaksikan pentas kesenian di panggung Water Toren sekitar pukul 15.00 WIB.

Puncak kegiatan berlangsung Minggu (8/11) melalui kirab tumpeng dari Masjid Agung Kauman menuju puncak Gunung Tidar.

Windo mengatakan Merti Gunung Tidar merupakan kegiatan perdana yang diharapkan dapat menjadi agenda tahunan Kota Magelang.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi upaya melestarikan tradisi dan kebudayaan, tetapi juga memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

Melalui Merti Gunung Tidar, Pemkot Magelang ingin mengajak masyarakat untuk turut menjaga lingkungan, tradisi, serta warisan budaya yang dimiliki Kota Magelang. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less