Pemuda Dua Dusun di Muntilan Sempat Tegang dan Memanas, Didinginkan Polsek Muntilan
- calendar_month Jum, 11 Apr 2025

Mediasi perwakilan pemuda dua dusun di Muntilan
BNews-MAGELANG– Ketegangan yang sempat memanas antara dua kelompok pemuda dari dua Dusun di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Namun akhirnya mereda setelah dilakukan mediasi oleh pihak kepolisian dan pemerintah setempat.
Insiden bermula saat malam takbiran Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah. Pemuda dari kedua dusun terlibat dalam kesalahpahaman; yang nyaris berujung pada bentrokan fisik. Menyikapi situasi tersebut, Polsek Muntilan dengan sigap mengambil langkah preventif.
Kapolsek Muntilan, AKP Abdul Mutohir, menjelaskan bahwa pihaknya segera melakukan pendekatan persuasif dengan menggelar; forum mediasi yang melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan pemuda dari kedua dusun.
“Mediasi dilaksanakan di aula Balai Desa Sokorini dengan menggandeng Danramil Muntilan, Camat Muntilan, dan Kepala Desa. Acara berlangsung selama empat jam dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan,” ujar Kapolsek.
Kegiatan dimulai dengan sambutan dari kepala desa, dilanjutkan pemaparan dari AKP Abdul Mutohir, perwakilan Danramil, dan Camat Muntilan. Para narasumber menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan, ketertiban masyarakat, serta memperkuat nilai-nilai kerukunan antarwarga.
Usai pengarahan, kedua belah pihak diberi kesempatan untuk menyampaikan uneg-uneg mereka dalam sesi dialog terbuka.
Diskusi ini berlangsung dengan damai tanpa saling menyalahkan, mengedepankan prinsip saling menghormati dan mencari solusi bersama.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Akhirnya, kedua kelompok sepakat untuk berdamai. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam surat perjanjian; yang ditandatangani bersama di hadapan aparat dan tokoh masyarakat.
Kedua pihak juga saling memaafkan serta berkomitmen membuka lembaran baru untuk menjaga keamanan dan keharmonisan di lingkungan mereka.
Sebagai bentuk komitmen damai, dilakukan deklarasi bersama dengan tekad membangun Desa yang aman, damai, dan nyaman bagi seluruh warganya.
Acara mediasi berjalan lancar, dengan seluruh peserta menyadari bahwa konflik hanya akan menimbulkan ketidaknyamanan dan merugikan semua pihak.
Sebelum kembali ke rumah masing-masing, para pemuda dari kedua dusun melakukan foto bersama sebagai simbol perdamaian di depan kantor Desa. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar