Penjelasan Resmi Penutupan Lantai Atas Borobudur Untuk Pengunjung

BNews–BOROBUDUR—Balai Konservasi Borobudur (BKB) resmi mengeluarkan surat terkait pembatasan pengunjung di Candi Borobudur. Sejak diterbitkannya surat itu maka kunjungan di lantai 9-10 candi Borobudur ditutup untuk umum.

“Pembatasan kunjungan dilakukan hingga waktu yang tidak ditentukan,” kata Kepala Seksi Konservasi Balai Konservasi Borobudur Yudi Suhartono, MA dalam siaran persnya.
Pembatasan ditegaskannya juga berlaku untuk kegiatan paket sunrise dan sunset di Puncak candi Borobudur. Selama penutupan akan dilakukan kajian mengenai dampak tingginya kunjungan wisatawan ke atas Candi Borobudur.

Menurutya, kunjungannya dari tahun ke tahun sampai menembus angka 4.000.000 juta per tahun. Pada saat peak season bahkan mencapai 58.000 orang/hari, dan kisaran 4.000-7.000 orang/jam menaiki struktur Candi Borobudur.

“Kunjungan wisatawan yang cukup besar tentunya selain membawa dampak positif, namun juga membawa dampak negatif utamanya bagi kelestarian struktur Candi Borobudur itu sendiri. Apabila terjadi kerusakan pada bangunan cagar budaya tentunya sudah tidak akan pernah bisa diperbaharui lagi dan tidak bisa kembali seperti semula atau tidak bisa tergantikan,” tuturnya.

Keberadaan Candi Borobudur sebagai monumen terbuka sangat rentan terhadap pengaruh iklim yang dapat menyebabkan kerusakan. Di sisi lain tingginya jumlah pengunjung yang naik ke atas struktur candi juga merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap laju kerusakan.

Sementara itu, lanjutnya, gesekan alas kaki pengunjung dan pasir yang terbawa kaki dapat mengakibatkan keausan lantai tangga/selasar/undag/teras candi. Berdasarkan kajian, analisa keausan batu lantai Candi Borobudur, apabila berat rata-rata pengunjung 60 kg, dan gaya gesek pada saat seorang pengunjung menginjakkan kaki : 4,19 x 10-10 m.

Jika pengunjung yang datang 1984 – 2007 adalah 43.328.414 orang. Maka keausan pada lantai Candi Borobudur adalah (4,19 x 10-10 m) x 43.328.414 = ± 1,8 cm.

Loading...

Oleh karena itu, maka Balai Konservasi Borobudur berencana membatasi kunjungan ke Candi Borobudur hanya sampai pada lantai 8, sedangkan lantai 9 dan 10 ditutup untuk kunjungan umum, sunrise maupun sunset, dimulai pada tanggal 13 Februari 2020. Pengunjung masih bisa melihat dan menikmati puncak stupa pada lantai 8. (bsn/wan)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: