Gejala Kambuh, 7 Siswa SMP Korban Dugaan Keracunan MBG di Magelang Kembali Dirawat
- calendar_month Sel, 11 Agu 2026

Seorang pelajar SMPN 3 Candimulyo kembali mendatangi RSUD Merah Putih, Kabupaten Magelang, Selasa (11/8/2026) siang WIB, usai mengeluh gejala kambuh. (foto: mta)
BNews–MAGELANG– Sebanyak tujuh pelajar SMPN 3 Candimulyo kembali mendatangi RSUD Merah Putih, Kabupaten Magelang, Selasa (11/8/2026) siang WIB. Para siswa tersebut mengeluhkan gejala kambuh usai diduga mengalami keracunan makanan. Setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (7/8/2026) lalu.
“Hari ini tanggal 11 Agustus sekitar pukul 11.50 WIB, kami mendapat kiriman pasien yang diduga mengalami keracunan makanan pada Jumat kemarin. Ada sekitar tujuh orang yang masuk ke RSUD Merah Putih,” ujar Kepala Bidang Penunjang RSUD Merah Putih, drg. Rurit Obyantoro, Selasa (11/8/2026).
Menurut Rurit, gejala yang dialami para pasien saat ini masih relatif sama dengan kondisi saat kejadian pertama, yakni mual dan pusing. Namun, kali ini ditemukan gejala tambahan berupa demam hingga menggigil.
Dari tujuh pasien ini, empat di antaranya telah dikeluarkan surat perintah rawat inap (opname), sementara tiga lainnya masih menjalani pemantauan.
“Kemungkinan ini adalah efek dari dugaan food intoksikasi kemarin. Biasanya ada pengulangan dari bakterinya, mungkin karena masa inkubasi atau daya tahan tubuh siswa yang menurun,” jelas Rurit.
Diketahui, total ada 26 siswa SMPN 3 Candimulyo yang diduga keracunan usai menyantap menu MBG pada Jumat lalu.
Terkait 26 siswa yang dipulangkan dari rumah sakit, Rurit menjelaskan, saat itu kondisi mereka sudah stabil.
“Efek dari bakteri ini juga ada yang bisa dalam waktu beberapa (hari) bisa kembali lagi. Jadi memang pada saat kita pulangkan itu posisi pasien sudah stabil. Artinya mual muntahnya juga hilang, gejalanya sudah hilang semua, dan aktivitas motoriknya sudah bagus. Jadi kita pulangkan,” jelasnya.
IKUTI BOROBUDUR NEWS DI GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Kepala SMPN 3 Candimulyo, Erna Dwi Astuti menyebut, meski 26 siswa tersebut dipulangkan pada Jumat, pihak sekolah terus melakukan pemantauan (tracing) pasca-libur akhir pekan.
“Hari Senin kami tracing anak-anak. Bagi yang tidak masuk, kami sarankan tetap istirahat dan minum obat. Lalu Selasa ini kami cek lagi, ternyata masih ada yang belum masuk. Pihak humas kami mendatangi rumah siswa untuk melihat kondisi langsung dan memang perlu penuntasan pengobatan,” tuturnya.
Melihat kondisi tersebut, sekolah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk memfasilitasi penjemputan para siswa menggunakan ambulans menuju rumah sakit. Pihak sekolah juga menegaskan bahwa program pemberian MBG telah dihentikan sementara.
Terpisah, Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengatakan kejadian tersebut menjadi masukan untuk satgas MBG Kabupaten Magelang.
“Nanti kita tunggu evaluasi. Ada keliru di mana, ada salah di mana. Karena memang makanan sangat sensitif. Maka kami tidak bisa gegabah, kita tunggu evaluasinya dulu,” katanya. (mta)
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar