Grengseng Tantang Siswa MAN 1 Magelang Berani Kritis: “Kenapa Indonesia Ada Multipartai?”
- calendar_month 11 menit yang lalu

Bupati Magelang Grengseng Pamuji saat menghadiri sekaligus memberikan arahan pada kegiatan Pemilos di MAN 1 Magelang.
BNews—MAGELANG—Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) atau Pemilos di MAN 1 Magelang tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepengurusan organisasi siswa. Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi pelajar untuk mengenal sekaligus memahami proses demokrasi dan pemilu sejak dini.
Hal tersebut disampaikan Bupati Magelang Grengseng Pamuji saat menghadiri kegiatan Pemilos MAN 1 Magelang di Aula MAN 1 Magelang, Jurangombo Selatan, Kota Magelang, Senin (10/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, para peserta didik tidak hanya diajak memahami mekanisme pemungutan suara, tetapi juga didorong untuk berani mempertanyakan dan mengkritisi sistem demokrasi yang diterapkan di Indonesia.
“Pemilos, pemilihan pengurus OSIS, ini adalah laboratorium. Ini adalah sebuah proses edukasi, pembelajaran terkait dengan pemilu dan demokrasi,” ujar Grengseng saat memberikan arahannya.
Pemilos Jadi Bekal Pemilih Pemula
Menurut Grengseng, pengalaman mengikuti Pemilos dapat menjadi bekal penting bagi para pelajar yang nantinya memasuki usia sebagai pemilih pemula.
Para siswa diharapkan tidak hanya menggunakan hak pilih ketika sudah memiliki hak suara, tetapi juga memahami proses politik dan demokrasi secara lebih mendalam.
Ia juga menyinggung perbedaan sistem politik Indonesia dengan Amerika Serikat yang dikenal memiliki dua partai politik utama, yakni Partai Demokrat dan Partai Republik.
“Kalau kita bicara demokrasi, kita mengacu ke Amerika. Di Amerika itu hanya dua partai politik, Partai Demokrat dan Partai Republik. Kita perlu belajar bagaimana mekanismenya,” katanya.
Menurutnya, pembahasan mengenai sistem demokrasi penting diberikan kepada generasi muda agar mereka terbiasa memiliki pemikiran kritis.
Terlebih, para siswa MAN 1 Magelang yang mengikuti Pemilos merupakan bagian dari generasi yang nantinya akan turut menentukan arah bangsa.
“MAN 1 Magelang harus kritis. Sekarang harus berani. Kenapa Indonesia ada multipartai? Ayo, siapa yang berani ngomong?” tantangnya kepada para siswa.
Grengseng: Pemilih Pemula Masa Depan Bangsa
Grengseng menegaskan keberanian untuk bertanya dan berdiskusi merupakan bagian penting dalam pendidikan demokrasi.
Menurutnya, para pelajar saat ini merupakan calon pemilih yang dalam beberapa tahun mendatang akan memiliki peran dalam menentukan kepemimpinan maupun kebijakan negara.
“Ini pemilih pemula, ini masa depan bangsa. Maka 10-20 tahun yang akan datang, nasib bangsa ini ada di pundak kalian semuanya,” tegasnya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Ia pun memberikan apresiasi kepada KPU, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jawa Tengah, Kementerian Agama, serta seluruh civitas academica MAN 1 Magelang yang telah menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan tersebut.
Grengseng menambahkan, demokrasi di Indonesia memiliki karakteristik dan akar yang perlu terus dikaji. Karena itu, pendidikan demokrasi tidak cukup hanya berhenti pada pemahaman bahwa pemilu merupakan proses memilih pemimpin.
“Negara ini telah menetapkan regulasi bahwa partai politik menjadi salah satu kendaraan mencapai kekuasaan melalui demokrasi. Demokrasinya tahapannya dilakukan melalui pemilu,” ujarnya.
KPU Magelang Dorong Siswa Jadi Pemilih Cerdas
Ketua KPU Kabupaten Magelang Ahmad Rofik mengatakan, pendidikan demokrasi bagi generasi muda sangat penting. Menurutnya, jumlah pemilih berusia 17 hingga 21 tahun rata-rata mencapai sekitar 10 persen.
Pada Pemilu 2029 mendatang, jumlah pemilih di Kabupaten Magelang diperkirakan mencapai 1,144 juta orang. Sekitar 10 persen di antaranya merupakan kelompok usia muda.
“Usia-usia ini sangat penting untuk mengenal demokrasi,” kata Rofik.
Ia berpesan agar para siswa menjadi pemilih cerdas dengan mempertimbangkan visi, misi, program, serta rekam jejak kandidat.
Para pemilih juga diminta menolak politik uang dan tidak mudah terpengaruh informasi palsu atau hoaks.
“Memilih yang baik, bukan hanya yang ganteng, bukan hanya yang cantik,” tegasnya.
MAN 1 Magelang Sambut Positif Pemilos
Sementara itu, Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Magelang, Handono, menyambut positif pelaksanaan Pemilos di madrasah tersebut.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk memahami bagaimana proses demokrasi berlangsung.
“Bagi kami, Pemilos ini bukan hanya kegiatan memilih Ketua OSIS. Ini menjadi proses pembelajaran bagi anak-anak untuk memahami bagaimana demokrasi berjalan,” ujar Handono.
Ia juga mengapresiasi kehadiran Bupati Magelang dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran kepala daerah memberikan motivasi tersendiri bagi keluarga besar MAN 1 Magelang.
“Kehadiran Bapak Bupati hari ini bagi kami adalah energi yang sangat luar biasa, energi positif yang insyaallah akan memberikan anugerah dan motivasi bagi MAN 1 Magelang,” katanya.
Handono berharap Pemilos tidak hanya membentuk siswa yang mampu menentukan pilihan, tetapi juga memiliki keberanian menyampaikan pendapat dan menghargai perbedaan.
“Kami berharap anak-anak tidak hanya belajar memilih, tetapi juga belajar bertanggung jawab terhadap pilihannya dan menghormati proses demokrasi,” pungkasnya. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar