Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Dugaan Keracunan Massal di Kajoran Magelang, Penyebab Masih Menunggu Hasil Laboratorium

Dugaan Keracunan Massal di Kajoran Magelang, Penyebab Masih Menunggu Hasil Laboratorium

  • calendar_month Ming, 18 Okt 2026

BNews-MAGELANG – Jumlah pasien yang mengalami dugaan keracunan di Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tercatat mencapai 294 orang hingga Jumat (16/10/2026) pukul 12.00 WIB. Sebagian pasien masih mengalami diare dan mual sehingga kembali mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

Pemerintah Kabupaten Magelang terus memantau perkembangan kasus dugaan keracunan tersebut. Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, David Rudiyanto, bersama Asisten I Bella Pinarsi dan sejumlah camat mengunjungi pasien di Puskesmas Kajoran 1 pada Jumat (16/10/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan dukungan kepada pasien sekaligus memastikan kesiapan pelayanan kesehatan bagi warga yang mengalami gejala dugaan keracunan.

Pj Sekda Kabupaten Magelang, David Rudiyanto, menyampaikan keprihatinan pemerintah daerah atas kejadian yang menimpa warga di Kecamatan Kajoran tersebut. Ia berharap seluruh pasien segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala.

“Kami pemerintah Kabupaten Magelang turut prihatin atas kejadian ini. Kami semua berdoa agar semua yang mengalami keracunan bisa segera sembuh dan sehat seperti sedia kala,” ujarnya.

David mengatakan, pemerintah daerah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab dugaan keracunan massal di Kajoran. Karena itu, masyarakat diminta tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

“Kita tunggu hasil laboratorium. Tidak perlu tergesa-gesa memberikan justifikasi. Yang berhak menentukan adalah hasil laboratorium, baru nanti bisa ditangani lebih lanjut,” katanya.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan dan minuman. Warga diimbau memperhatikan kondisi makanan serta mengenali perubahan rasa maupun aroma yang tidak wajar sebelum mengonsumsinya.

Pasien Dugaan Keracunan Kajoran Masih Mengalami Diare dan Mual

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Kajoran 1, dr. Gigi Christine, mengatakan jumlah pasien dugaan keracunan yang tercatat hingga Jumat siang mencapai 294 orang.

Menurutnya, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah. Sebagian besar warga yang datang ke Puskesmas Kajoran 1 pada Jumat merupakan pasien yang sebelumnya telah mendapatkan pelayanan kesehatan, tetapi masih mengalami keluhan.

“Sebagian besar yang berkunjung hari ini adalah pasien ulangan atau yang sudah pernah datang pada hari sebelumnya. Diare dan mualnya masih dirasakan sehingga mereka kembali untuk mendapatkan penanganan,” jelasnya.

Christine memastikan Puskesmas Kajoran 1 tetap siap memberikan pelayanan kepada warga yang membutuhkan penanganan medis. Puskesmas tersebut memiliki layanan rawat inap dan pelayanan obstetri neonatal emergensi dasar (PONED) yang beroperasi selama 24 jam.

Penanganan pasien juga didukung koordinasi lintas sektor dan ketersediaan ambulans untuk membantu warga yang membutuhkan pertolongan maupun rujukan ke fasilitas kesehatan lainnya.

Pihak Puskesmas Kajoran 1 mengimbau masyarakat di Kecamatan Kajoran dan sekitarnya yang masih mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, atau lemas agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Posko pelayanan kesehatan di Puskesmas Kajoran 1 tetap dibuka selama 24 jam dengan petugas yang bersiaga untuk memberikan penanganan kepada warga.

Dinkes Magelang Sebut Data Pasien Dugaan Keracunan Masih Dinamis

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, dr. Lies Pramudiyanti, saat dikonfirmasi mengenai perkembangan jumlah pasien dugaan keracunan di Kecamatan Kajoran, menyebutkan bahwa hingga Jumat (16/10/2026) tercatat sebanyak 251 pasien.

Namun, jumlah tersebut diperkirakan masih dapat bertambah hingga 300 orang atau lebih. Perubahan data terjadi karena sejumlah pasien yang sebelumnya telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan kembali mendatangi rumah sakit ketika keluhan kesehatan masih dirasakan.

“Data jumlah pasien ini bisa dinamis, karena banyak pasien yang sudah pulang dan melakukan rawat jalan di rumah kembali lagi ke rumah sakit karena kondisinya masih terdapat keluhan sehingga itu tercatat lagi,” jelas dr.Lies.

Perbedaan angka yang disampaikan Puskesmas Kajoran 1 dan Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang menunjukkan adanya pembaruan data pada waktu pendataan yang berbeda. Data Puskesmas Kajoran 1 mencatat 294 pasien hingga Jumat pukul 12.00 WIB, sedangkan data Dinkes yang disampaikan saat konfirmasi mencatat 251 pasien.

Hingga saat ini, penyebab pasti dugaan keracunan massal di Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Pemerintah daerah bersama petugas kesehatan terus melakukan pemantauan dan memastikan warga yang mengalami gejala mendapatkan penanganan medis.

Masyarakat diimbau segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami mual, muntah, diare, atau lemas, serta tidak menunda pemeriksaan ketika kondisi kesehatan belum membaik. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less