Bupati Magelang Grengseng Pamuji Pastikan Pengobatan Korban Keracunan Gratis
- calendar_month 1 menit yang lalu

Kondisi IGD ramai korban keracunan es buah di Magelang
BNews-MAGELANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang menyiapkan posko darurat dan layanan kesehatan selama 24 jam untuk menangani dugaan keracunan massal es buah yang terjadi di wilayah Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, mengatakan posko darurat disiapkan di Puskesmas Kajoran 1 dan Puskesmas Kajoran 2. Kedua fasilitas kesehatan tersebut disiagakan untuk melayani masyarakat yang mengalami gejala dan diduga menjadi korban keracunan.
Hal itu disampaikan Grengseng saat ditemui di Rumah Sakit Merah Putih Magelang, Rabu malam (14/10/2026).
“Kita buat posko darurat di Puskesmas Kajoran 1 dan 2, 24 jam menangani dari masyarakat yang sedang mengalami terduga keracunan. Bisa langsung di Puskesmas 1 dan 2 Kajoran, kita 24 jam melayani masyarakat di sana,” kata Grengseng.
167 Orang Diduga Keracunan, 90 Dirawat di Rumah Sakit
Berdasarkan data sementara yang disampaikan Bupati Magelang pada Rabu malam, sebanyak 167 orang diduga mengalami keracunan. Dari jumlah tersebut, 90 orang telah mendapatkan penanganan di rumah sakit.
Pasien dirawat di tiga rumah sakit, yakni RS Merah Putih, RSUD Muntilan, dan RSUD Muntilan?
Pemkab Magelang terus melakukan koordinasi dengan fasilitas kesehatan untuk memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan medis sesuai kebutuhan.
Grengseng menegaskan, seluruh rumah sakit umum daerah di Kabupaten Magelang disiapkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang diduga mengalami keracunan.
“Dan kami, semua rumah sakit umum daerah di Kabupaten Magelang, siap melayani masyarakat yang terduga keracunan gratis,” ujarnya.
Biaya Pengobatan Ditanggung Pemkab Magelang
Pemkab Magelang memastikan biaya pengobatan bagi warga yang diduga menjadi korban keracunan akan ditanggung pemerintah daerah. Kebijakan tersebut mencakup pelayanan rawat inap maupun rawat jalan.
“Semuanya akan di-cover oleh Pemda, rawat jalan juga akan di-cover oleh Pemda,” tegas Grengseng.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat segera mengakses pelayanan kesehatan tanpa terkendala biaya pengobatan.
Pemkab juga mengerahkan tenaga medis di rumah sakit umum daerah dan puskesmas untuk menangani pasien selama situasi darurat berlangsung.
“Tim medis semua sudah siap. Tim medis baik di rumah sakit umum daerah maupun di puskesmas semua sudah siap,” katanya.
Rumah Sakit Tambah Tempat Tidur untuk Menampung Pasien
Mengantisipasi kemungkinan bertambahnya pasien, Pemkab Magelang bersama rumah sakit melakukan konsolidasi untuk menambah kapasitas tempat tidur di sejumlah fasilitas kesehatan.
Menurut Grengseng, langkah tersebut diperlukan agar rumah sakit tetap mampu menerima pasien apabila jumlah warga yang membutuhkan penanganan medis meningkat.
“Ini baru kita mau untuk penataan bed nambah sehingga nanti kalau misalnya masih ada pasien dari desa itu, Merah Putih masih bisa menerima pasien,” jelasnya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Bupati juga meminta masyarakat memahami apabila dalam kondisi darurat tersebut terdapat penyesuaian pelayanan maupun kenyamanan selama menjalani perawatan di rumah sakit.
“Karena bed-nya mungkin yang seharusnya dua menjadi tiga dan lain sebagainya, saya mohon dimaafkan. Tapi ini kami lakukan semata-mata untuk menanggulangi kedaruratan ini,” ungkap Grengseng.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan berupaya semaksimal mungkin agar seluruh pasien dapat ditangani di wilayah Kabupaten Magelang.
“Jadi kedaruratan ini akan semaksimal mungkin kita selesaikan di Kabupaten Magelang,” lanjutnya.
Pemkab Nilai Kapasitas Penanganan Masih Memadai
Bupati Magelang menyebut, berdasarkan hasil konsolidasi sementara, kapasitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Magelang masih dinilai memadai untuk menangani pasien, baik yang menjalani rawat jalan maupun rawat inap.
Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan rumah sakit untuk memantau perkembangan kondisi pasien serta menentukan langkah medis berikutnya apabila diperlukan.
“Saya kira belum, masih bisa kita tangani dan ini rawat jalannya masih bisa kita tanggulangi. Rawat inapnya juga masih bisa terkonsolidir dengan baik,” ujarnya.
Meski demikian, Pemkab Magelang tetap menyiapkan langkah antisipasi, termasuk penambahan tempat tidur dan kesiapsiagaan tenaga medis di seluruh fasilitas kesehatan yang terlibat.
Masyarakat yang mengalami gejala dan menduga terdampak kejadian tersebut dapat mendatangi Puskesmas Kajoran 1 atau Puskesmas Kajoran 2 yang disiagakan selama 24 jam.
Hingga Rabu malam (14/10/2026), penanganan terhadap warga yang diduga mengalami keracunan masih menjadi prioritas pemerintah daerah. Pemkab Magelang terus mengupayakan pelayanan medis agar seluruh pasien memperoleh penanganan sesuai kondisi masing-masing. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar