Perang Hamas dengan Israel, Jumlah Korban Jiwa Tembus 1200 Orang
- calendar_month Rab, 11 Okt 2023

Perang Hamas dengan Israel
Uni Eropa (UE) bereaksi terhadap konflik terbaru antara Hamas dan Israel. Ketua UE, Josep Borrell, mengatakan bahwa pada Selasa akan diadakan pertemuan darurat para menteri luar negeri kawasan tersebut.
Borrell saat ini berada di Muscat, Oman, untuk memimpin pertemuan ke-27 Dewan Kerja Sama UE-Teluk. Dalam pernyataan UE, Borrell kembali menegaskan komitmen kuat UE terhadap kemitraan strategis dengan Teluk.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Dalam pernyataan sebelumnya, Borrell juga menyatakan solidaritasnya dengan Israel. Ia mengutuk serangan mendadak yang dilakukan oleh Hamas terhadap negara tersebut pada hari Sabtu, meskipun Hamas mengklaim bahwa serangan tersebut merupakan balasan atas kesewenang-wenangan Israel terhadap warganya selama beberapa dekade.
Setidaknya 260 mayat ditemukan di lokasi festival musik di Israel selatan. Festival tersebut sebelumnya diserang oleh Hamas pada hari Sabtu.
Data ini dilaporkan oleh layanan penyelamatan Israel, Zaka. Ratusan orang, termasuk banyak pengunjung asing, menghadiri Festival Supernova yang merupakan pesta dansa sepanjang malam di daerah pertanian pedesaan dekat perbatasan Gaza-Israel untuk merayakan Hari Raya Yahudi Sukkot.
Saksi-saksi menggambarkan serangan tersebut dengan suara roket dan sirene saat fajar mulai menyingsing. Video yang diunggah ke media sosial menunjukkan sejumlah peserta berlarian di lapangan terbuka saat terdengar suara tembakan.
Israel mengatakan bahwa lebih dari 100 orang telah disandera oleh Hamas, banyak di antaranya hadir dalam festival tersebut dan beberapa di antaranya adalah warga negara asing. Pemerintah Israel sedang melakukan operasi penyelamatan.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dalam sebuah pernyataan pada hari Senin mengatakan bahwa Rusia melihat adanya ancaman yang sangat besar bagi kawasan ini dalam konflik antara Israel dan Hamas. Bahkan, Rusia mencurigai adanya keterlibatan pihak ketiga yang memperkeruh situasi.
“Konflik yang sedang terjadi antara Israel dan kelompok militan Palestina, Hamas, dapat dikatakan sebagai ancaman yang sangat besar bagi kawasan ini,” ujar Peskov.
“Ada risiko pelibatan pihak ketiga dalam konflik ini yang sangat tinggi. Sangat penting untuk menemukan cara untuk segera beralih ke proses negosiasi,” tegasnya.
Peskov sendiri tidak menjelaskan pihak mana yang dimaksudnya. Namun pernyataan tersebut muncul setelah Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa mereka akan memindahkan kapal perang lebih dekat ke Israel.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, dilaporkan telah melakukan pembicaraan dengan Liga Negara-Negara Arab mengenai situasi di Palestina pada hari Senin. Sebelumnya, Moskow telah menyerukan gencatan senjata pada hari Minggu.
Iran telah menyerukan pertemuan darurat Organisasi Kerjasama Islam (OKI) terkait eskalasi konflik terbaru antara Israel dan kelompok militan Palestina, Hamas. Hal ini diungkapkan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran pada hari Senin.
“Dalam komunikasi baru-baru ini antara Menteri Luar Negeri kami dengan beberapa mitra, termasuk Menteri Luar Negeri Irak, kami menyarankan adanya pertemuan luar biasa OKI dan kami menekankan bahwa masalah Palestina tetap menjadi isu utama dunia Islam,” ujar Nasser Kanaani.
Iran, yang telah lama mendukung Hamas, menyampaikan selamat kepada kelompok militan tersebut atas serangan mendadak mereka terhadap Israel pada hari Sabtu. Namun, Tehran membantah terlibat dalam inisiatif tersebut.
Jerman telah menunda sementara bantuan pembangunan ke wilayah Palestina pada hari Senin. Bahkan, negara tersebut akan meninjau sepenuhnya bantuan keuangan setelah serangan mendadak yang dilakukan oleh Hamas terhadap Israel pada hari Sabtu.
“Hal tersebut sedang dalam peninjauan sementara,” ujar juru bicara Kementerian Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Jerman.
Bantuan tersebut meliputi proyek desalinasi, ketahanan pangan, dan penciptaan lapangan kerja. Jerman telah menyumbangkan dana sebesar 131 juta dolar AS.
China memberikan respons terhadap ketegangan baru antara Hamas dan Israel. Negara tersebut bahkan menyerukan pendirian negara Palestina yang merdeka sebagai solusi perdamaian.
“Kami meminta semua pihak terkait untuk tetap tenang, menahan diri, dan segera mengakhiri permusuhan untuk melindungi warga sipil dan mencegah situasi semakin memburuk,” ujar Kementerian Luar Negeri China seperti yang dikutip oleh CNBC International.
“Solusi mendasar dari konflik ini dapat ditemukan melalui penerapan solusi dua negara dan pembentukan negara Palestina yang merdeka,” tambahnya.
Pernyataan China tersebut bukan tanpa alasan. Selama ini, China telah berperan dalam meredakan ketegangan antara Israel dan Palestina. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar