PPPK Angkatan IV Di Lingkungan Pemkab Dapat Wejangan Dari Bupati Magelang

BNews–MAGELANG– Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemkab Magelang mendapat himbauan dari Bupati. Dimana memiliki ikatan yang harus dipertanggung jawabkan.

Hal itu disampaikan Bupati Magelang Zaenal Arifin saat menjadi Narasumber pada acara orientasi pengenalan nilai dan etika pada instansi Pemerintah bagi PPPK angkatan IV. Dimana yang bertempat di Pusdiklat Pamong Desa Tegalrejo, Senin (27/9/2021).

“Pertanggungjawabanya ya Tuhan, Artinya itu sesuatu yang tidak main-main,” tegas, Zaenal.

Menurutnya, ASN dan PPPK yang masuk dalam jajaran Pemerintahan pasti diminta harus mengambil sumpah. Dan sumpah itulah yang nanti akan dipertanggung jawabkan. Selain pertanggungjawaban pekerjaan kepada Tuhan, PPPK harus mampu mempertanggung jawabkan kinerjanya secara ketatanegaraan dan kepada Kepala OPD terkait.

Zaenal juga menjelaskan bahwa visi Kabupaten Magelang adalah Sejahtera, Berdaya Saing dan Amanah. Sementara misi Kabupaten Magelang antara lain meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang sejahtera dan berakhlak mulia, meningkatkan daya saing daerah yang berbasis pada potensi lokal dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang amanah.

“Untuk itu PPPK memiliki fungsi sebagai pelaksana dari kebijakan publik sekaligus sebagai pelayan publik,” tuturnya.

Untuk diketahui bahwa, jumlah total PPPK tahun 2021 sebanyak 222 yang dibagi menjadi 4 angkatan. Angkatan pertama adalah penyuluh pertanian sejumlah 58 orang, angkatan kedua adalah penyuluh pertanian sebanyak 51 orang, angkatan ketiga adalah tenaga pendidikan sebanyak 57 orang, sementara angkatan keempat adalah tenaga pendidikan 40 orang dan tenaga kesehatan sebanyak 15 orang.

Zaenal mengatakan bahwa, PPPK penyuluh pertanian memiliki kewajiban untuk mewujudkan ketahanan pangan. Hal ini disebabkan karena pertarungan kedepan salah satunya adalah pertarungan pangan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Menurutnya, luas lahan pertanian ke depan akan semakin menyempit. Di samping itu ancaman global warming juga menjadi penyebab utama bencana kekeringan yang akan berdampak pada hasil pertanian.

“Maka ini akan menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya tanggung jawab penyuluh pertanian saja. Namun penyuluhan pertanian akan memiliki peran yang sangat besar terhadap salah satunya hasil pertanian kita nanti di Kabupaten Magelang,” pungkas, Zaenal. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: