Lereng Kali Mangu Berpotensi Longsor, DPUPR Magelang Usulkan Ubah Desain Jembatan Tol
- calendar_month 6 menit yang lalu

Pegawai DPUPR Kabupaten Magelang bersama tim Proyek Jalan Tol Jogja Bawen saat mengecek persiapan pembangunan jembatan
BNews-MAGELANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magelang mengusulkan penyesuaian desain pembangunan jembatan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 3. Usulan tersebut menyusul ditemukannya kondisi lereng Kali Mangu di Desa Senden, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, yang mulai mengalami penggerusan dan berpotensi longsor.
Temuan tersebut diketahui saat Tim Pembangunan Jalan Tol Jogja–Bawen Seksi 3 bersama DPUPR Kabupaten Magelang melakukan peninjauan lokasi proyek pada Selasa (27/10/2026).
Sekretaris DPUPR Kabupaten Magelang, Parjan, mengatakan peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi lereng sungai yang berada di sekitar lokasi pembangunan jembatan tol.
“Dalam peninjauan lapangan, kami melihat kondisi lereng Kali Mangu yang mulai ada penggerusan dan berpotensi mengalami longsor,” kata Parjan, Rabu (28/10/2026).
Peninjauan lapangan tersebut didahului rapat koordinasi yang membahas desain dan pelaksanaan pembangunan jembatan jalan tol pada Km 50+400. Lokasi pembangunan itu bersinggungan langsung dengan jalan kabupaten ruas Candimulyo–Blabak.
Rapat koordinasi dihadiri pemrakarsa sekaligus pemilik proyek, PT Jasamarga Jogja Bawen, kontraktor pelaksana KSO PP-Waskita-Wika, konsultan supervisi, serta Tim Pemantau Jalan Tol DPUPR Kabupaten Magelang.
Pembahasan difokuskan pada evaluasi teknis, kondisi lapangan, dan penyiapan alternatif desain jembatan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan konstruksi sekaligus mempertahankan fungsi jalan kabupaten yang sudah ada.
“Jadi, fokus utama dalam tinjauan lokasi mengenai kondisi lereng Kali Mangu yang mulai mengalami penggerusan dan berpotensi longsor,” jelas Parjan.
DPUPR Magelang Usulkan Penyesuaian Desain Jembatan Tol
Menanggapi potensi longsor di lereng Kali Mangu, DPUPR Kabupaten Magelang menyarankan penyesuaian terhadap desain awal jembatan Tol Jogja–Bawen Seksi 3.
Usulan tersebut mencakup pergeseran titik pondasi jembatan agar berada lebih jauh dari lereng sungai. Selain itu, posisi atau trase jalan kabupaten juga disarankan untuk disesuaikan ke lokasi yang dinilai lebih aman.
Parjan menegaskan bahwa penyesuaian desain diperlukan sebagai langkah mitigasi untuk menjaga keamanan konstruksi dalam jangka panjang, khususnya pada ruas jalan kabupaten Candimulyo–Blabak yang berada di sekitar proyek.
Menurutnya, DPUPR merekomendasikan penggunaan desain awal dengan sejumlah penyesuaian teknis, terutama terkait posisi pondasi jembatan dan alinyemen atau trase jalan kabupaten.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Penyesuaian ini dengan tetap memperhatikan posisi jalan kabupaten agar tetap berada di sisi dalam struktur pondasi P3, dengan harapan; pelaksanaan pembangunan jembatan dapat berlangsung secara aman dan lebih mudah dilaksanakan, serta memberikan keamanan konstruksi pada ruas; jalan kabupaten Candimulyo – Blabak terhadap potensi longsor pada lereng sungai,” jelas Parjan.
Penyesuaian tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan terhadap jalan kabupaten sekaligus mendukung pelaksanaan pembangunan; jembatan tol sesuai kondisi geografis di lapangan.
Mitigasi Risiko Longsor dalam Pembangunan Tol Jogja–Bawen
Melalui diskusi teknis dan simulasi alternatif desain, seluruh pihak terkait berupaya merumuskan solusi yang dapat diterapkan sesuai kondisi lapangan.
Langkah korektif sejak tahap perencanaan dinilai penting untuk meminimalkan potensi persoalan teknis, baik selama proses pembangunan berlangsung; maupun setelah jalan tol beroperasi.
Parjan berharap sinergi antara DPUPR Kabupaten Magelang dan pihak pengembang Tol Jogja–Bawen dapat menghasilkan desain akhir yang presisi; aman, dan efektif.
“Dengan demikian, percepatan proyek strategis nasional (PSN) Jalan Tol Jogja–Bawen dapat berjalan seiring perlindungan fungsi lingkungan lereng Sungai Mangu serta kenyamanan akses masyarakat lokal,” tandasnya.
Hasil pembahasan dan peninjauan lapangan selanjutnya akan diserahkan kepada pihak-pihak berwenang untuk dievaluasi dan ditindaklanjuti dalam penetapan penyesuaian desain teknis akhir.
Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya koordinasi antara pemerintah daerah dan pelaksana proyek untuk memastikan pembangunan Tol Jogja–Bawen Seksi 3; tetap memperhatikan aspek keselamatan konstruksi, kondisi lingkungan, serta keberlangsungan akses masyarakat di Kabupaten Magelang. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar