Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Pasokan Gas Indonesia ke Singapura Dipangkas 31 Juta Kaki Kubik per Hari

Pasokan Gas Indonesia ke Singapura Dipangkas 31 Juta Kaki Kubik per Hari

  • calendar_month 4 menit yang lalu

BNews-NASIONAL – Pemerintah Singapura buka suara mengenai keputusan Indonesia memangkas pasokan gas alam ke negara tersebut. Otoritas Singapura menyatakan pengurangan pasokan itu masih dapat diantisipasi dan diperkirakan tidak memberikan dampak besar terhadap kebutuhan energi maupun harga listrik dalam jangka pendek.

Pemangkasan ekspor gas Indonesia mulai berlaku pada Sabtu (24/10/2026). Kebijakan tersebut dilakukan untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan gas dalam negeri, terutama untuk mendukung pasokan energi bagi pembangkit listrik.

Otoritas Pasar Energi Singapura atau Energy Market Authority (EMA) menyebut pengurangan pasokan gas dari Indonesia mencapai sekitar 31 juta kaki kubik standar per hari. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 17 miliar British thermal units per hari (BBTUD) selama 18 hari.

EMA menegaskan, pengurangan itu mencakup kurang dari 2 persen dari total kebutuhan gas harian Singapura yang mencapai lebih dari 1.000 BBTUD.

“Jumlah tersebut kurang dari 2% dari total kebutuhan gas harian kami yang mencapai lebih dari 1.000 bbtud,” kata EMA.

Singapura Siapkan Pasokan Gas Alternatif

Pemerintah Singapura menyatakan telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi pengurangan pasokan gas dari Indonesia. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mendatangkan gas dari sumber lain, termasuk gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG).

EMA menyebut Singapura sebelumnya juga pernah mengalami pengurangan pasokan gas akibat pemeliharaan fasilitas, baik yang direncanakan maupun mendadak. Pengurangan tersebut dapat diatasi dengan memanfaatkan sumber pasokan lain tanpa menimbulkan gangguan.

“Singapore GasCo secara operasional siap mengimpor lebih banyak gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) kapan saja,” ujar EMA.

Selain melalui jaringan pipa dari Indonesia dan Malaysia, Singapura mengimpor LNG dari berbagai negara. Diversifikasi pasokan tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjaga ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan pada satu sumber pasokan.

Harga Listrik Diperkirakan Tak Banyak Berubah

Menteri yang membidangi energi, perdagangan, dan industri Singapura, Tan See Leng, menyatakan pengurangan pasokan gas dari Indonesia diperkirakan tidak banyak memengaruhi harga listrik dalam jangka pendek.

Menurutnya, pergerakan harga gas di pasar dunia menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi biaya energi Singapura. Pemerintah setempat juga mengandalkan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga keandalan pasokan energi.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Sekitar 95 persen kebutuhan listrik Singapura selama ini dipenuhi dari gas alam. Karena itu, kepastian pasokan menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan negara tersebut.

Di sisi lain, perusahaan pembangkit listrik di Singapura diwajibkan memiliki cadangan bahan bakar yang cukup, termasuk diesel, untuk menjaga keberlangsungan produksi listrik ketika terjadi gangguan pasokan.

Indonesia Prioritaskan Kebutuhan Dalam Negeri

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, sebelumnya menyampaikan bahwa pengurangan ekspor gas ke Singapura dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan gas domestik bagi pembangkit listrik.

Pengurangan tersebut berasal dari dua wilayah, yakni Natuna sebesar 15 BBTUD dan Sumatera sebesar 16 BBTUD. Gas dari kedua wilayah itu dialihkan untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri.

Kebijakan ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia untuk memastikan kebutuhan energi domestik terpenuhi, terutama di tengah meningkatnya; kebutuhan gas bagi sektor kelistrikan.

Meski demikian, perkembangan pasokan gas tetap menjadi perhatian karena Indonesia dan Singapura memiliki hubungan perdagangan energi; yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Dengan adanya pengurangan pasokan tersebut, Singapura mengandalkan rencana kontingensi, diversifikasi sumber impor, serta kesiapan fasilitas LNG; untuk menjaga pasokan energi dan memenuhi kebutuhan listrik nasionalnya. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less