Ratusan Peserta SMK Go Global Asal Magelang Mulai Pelatihan Intensif
- calendar_month 0 menit yang lalu

Kegiatan pembukaan program pelatihan SMK Go Global, di Wisma Perdamaian, kompleks Balai Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Selasa (20/10/2026). (foto: ist)
BNews–MAGELANG– Sebanyak 309 peserta asal Magelang mengikuti program pelatihan SMK Go Global . Program hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang, BP3MI Jawa Tengah, dan LPK Ayaka Jossei Center ini resmi dibuka di Wisma Perdamaian, kompleks Balai Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Selasa (20/10/2026).
Para peserta akan menjalani pelatihan bahasa Jepang intensif selama 420 jam pelajaran (JP).
Direktur LPK Ayaka Jossei Center, Alfadlol atau yang akrab disapa Alfa Saitama, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah.
“Kami merasa bangga atas kepercayaan dari pemerintah, khususnya BP3MI Jawa Tengah. Yang mana telah memercayakan pelaksanaan pelatihan SMK Go Global ini kepada LPK AYAKA Josei Center,” katanya.
Alfa menyebut bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, khususnya calon pekerja migran.
“Kegiatan pelatihan ini merupakan upaya mempersiapkan calon pekerja migran yang memiliki kompetensi, keterampilan, kedisiplinan, serta kesiapan mental untuk menghadapi dunia kerja global,” ujarnya.
Alfa menjelaskan, para peserta dibekali kemampuan bahasa Jepang dasar, tata bahasa, penulisan huruf, hingga pemahaman pola kalimat. Target utama dari pelatihan ini adalah mencapai standar kemampuan bahasa Jepang N5 sebagai fondasi untuk menuju N4, yang merupakan standar minimal kerja di Jepang.
Ia menambahkan, LPK Ayaka Jossei Center berkomitmen melaksanakan pelatihan secara profesional, tertib, dan bertanggung jawab. Upaya tersebut dilakukan melalui pendampingan peserta, pemantauan kehadiran dan kedisiplinan, serta evaluasi perkembangan selama proses pembelajaran.
“Kami berharap para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan. Tetapi juga memiliki karakter kerja yang baik, disiplin, beradaptasi, serta mampu menjaga nama baik Indonesia saat bekerja di luar negeri nantinya,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Tim P3KLN BP3MI Jawa Tengah, Di Asuti Wulandari, menjelaskan program tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden untuk memperluas penempatan tenaga kerja Indonesia di luar negeri.
IKUTI BOROBUDUR NEWS DI GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Secara nasional, program ini menargetkan 500.000 peserta selama periode 2026–2029. Rinciannya, 40.000 peserta pada 2026, 140.000 pada 2027, 180.000 pada 2028, dan 140.000 pada 2029. Adapun target penempatan tenaga kerja untuk Jawa Tengah pada 2026 mencapai 6.000 orang.
“Tujuan utamanya itu menciptakan teman-teman yang mau berangkat ke luar negeri ini memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan di luar negeri,” ungkapnya.
Dari proses seleksi yang telah berjalan, sebanyak 309 peserta asal Magelang terpilih mengikuti program tersebut. Mereka diharapkan dapat memanfaatkan pelatihan untuk memperkuat kompetensi sebelum memasuki dunia kerja internasional.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Magelang, Siti Zumaroh, yang mewakili Bupati Magelang, menegaskan pentingnya menyiapkan calon pekerja migran dengan keterampilan memadai. Sekaligus pemahaman mengenai prosedur penempatan yang resmi.
“Program ini merupakan langkah strategis yang berorientasi pada penyiapan SDM unggul agar siap memasuki pasar kerja global. Kita wajib membekali para calon pekerja migran dengan keterampilan yang memadai serta pemahaman alur penempatan yang legal. Agar proses bekerja di luar negeri nantinya dapat berlangsung secara resmi, aman, dan bebas dari risiko yang merugikan,” ujarnya. (mta)
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar